Ribuan Masyarakat Siak Antusias Sambut Panglima TNI

Minggu, 22 Oktober 2017

Kamis, 06 April 2017 20:22 WIB

Ribuan Masyarakat Siak Antusias Sambut Panglima TNI



SIAK, DELIKRIAU - Ribuan masyarakat dan siswa berseragam tampak antusias menyambut kedatangan rombongan panglima TNI, mereka siap berdiri sembari mengibarkan bendera merah putih, sebagai simbol kegembiraan bisa menyapa langsung orang no satu dijajaran TNI itu.

Terlihat sepanjang 1 Km akses masuk lokasi acara, pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA berbaris rapih. Antusias yang sama juga ditunjukkan masyarakat di luar lokasi, yakni sepanjang jalan dari Kota Siak menuju persawahan Bungaraya, tampak beberapa titik pelajar berkumpul. Diantaranya di jalan Hangtuah, Kwalian, dan Buantan Besar, mereka juga mengibarkan bendera merah putih saat rombongan melintas.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Gubernur Riau, Bupati Syamsuar tiba di persawahan Kampung Bungaraya Kecamatan Bungaraya sekitar pukul 09.28 WIB mereka disambut dengan prosesi adat resam Melayu, tabuhan kompang mengiringi rombongan berjalan dari mobil hinga ke tenda prosesi acara.

Panglima TNI juga membawa Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Mulyono, Menteri Pertanian yang di wakili Dirjen Holtikultura Bibit Sujon, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain, Ketua DPRD Provinsi Riau Septina Primawati Rusli, bupati/wali kota Kodam Bukit Barisan, dan tamu undangan lainya.

Motivasi Bupati Siak, Syamsuar berharap, kehadiran Panglima TNI bersama jajaran pihak Kementrian Pertanian RI di Persawahan Bungaraya ini bisa memotovasi petani dalam meningkatkan produksi tanaman pangan, baik itu padi, jagung dan tanaman pangan lainnya.

Kehadiran orang nomor wahid di jajaran TNI itu dinilai sebuah penghargaan dan kepercayaan bagi Kabuapten Siak untuk bisa mewujudkan swasembada pangan.

Bupati Siak, Syamsuar mengaku perkembangan beberapa tahun terakhir sektor pertanian padi di Siak menunjukkan kemajuan, produksi padi terus meningkat dari tahun ke tahun, selain itu luas hamparan sawah juga meningkat.

"Target kedepannya seluruh hamparan sawah di Kabupaten Siak bisa dua kali tanam pertahun, jadi kedepannya hasil panennya akan bertambah, minimal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Siak, jika lebih bisa dipasarkan di Kabupaten tetangga. Data prouksi padi pada tahun 2016 baru 38 ribu ton, hasil itu sudah ada kenaikan dari tahun sebelumnya," kata Syamsuar.

Lebih lanjut Syamsuar juga berjanji akan meningkatkan prouksi jagung, selaku pemerintah daerah ia akan mengulirkan kebijakan penanaman jagung di moment peremajaan kelapa sawit atau tumpang sari menunggu kelapa sawit besar dan produksi.

"Sesuai dengan arahan Kasad tadi, dengan adanya peremjaan sawit di beberapa Kecamatan di Kabupaten Siak, kami akan menggalakkan masyarakat untuk menanam jagung, mudah-mudahan dapat diikuti semua petani di Kabupaten Siak. Besar harapan kami untuk itu," ungkap Syamsuar.

Dihadapan awak media. Di lain sisi, Syamsuar mengakui bahwa hasil prouksi padi dari seluruh hamparan sawah yang ada di Kabupaten Siak belum mencukupi kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Siak.

Ia sangat menyayangkan padi hasil pertanian di Bungaraya dijual kepada penampung dan dibawa ke daerah lain, harapannya kerja sama dengan bulog bisa terjalin, sehingga padi dari Siak bisa didistribusikan ke seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak, sehingga bisa terukur secara pasti berapa kekurangan produksi padi.

"Untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Siak saat ini masih kurang, hal itu menjadi perhatian kami, sekarang sudah ada kerjasama dengan bulog, mereka harus membantu agar petani tidak lari keluar untuk menjual beras. Karena kalau beras banyak yang dijual keluar maka beras daerah luar akan masuk, maka dari itu kami bantuan dari dandim,"  harap Syamsuar.

Kemudian, Bupati Siak, Syamsuar menegaskan kini Pemkab Siak fokus mengembangkan sektor pertanian pangan khususnya padi di 4 Kecamatan, yakni Bungaraya, Sungai Mandau, Sabak Auh dan Sungai Apit.

Namun demikian, ia tidak memungkiri adanya antusias yang sama dari petani di kecamatan lainnya. Menyikapi harapan masyarakat itu, ia akan menggerakkan jajarannya untuk meninjau dan melakukan kajian, apakah cocok daerah itu dijadikan areal persawahan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Siak berharap agar Siak dapat mewujudkan ketahanan pangan untuk menjadikan Siak menjadi sentral lumbung padi di Provinsi Riau.

Acara ini juga disertai dengan bantuan ratusan bibit padi dan jagung, alat tulis sekolah untuk 2000 siswa serta 150 asuransi untuk para petani di Kabupaten Siak.

Sementara, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi program penanaman 5.000 hektare padi dan jagung di Kabupaten Siak, menurut dia ini adalah langkah bagus dan luar biasa dalam swasembada pangan di daerah.

"Tiap-tiap kabupaten/kota mempunyai lahan sawah 5.000 hektare saja, maka kebutuhan beras di daerah tersebut akan terpenuhi," kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut orang nomor satu di TNI ini mengatakan bahwa dalam urusan pangan, petani memiliki jasa yang sangat besar, tanpa adanya perjuangan petani maka ketahanan pangan akan goyang, dan berdampak kepada ketahanan nasional. Untk itu, petani pantas mendapat gelar sebagai pahlawan NKRI.

"Para pahlawan NKRI ini adalah petani, karena petanilah yang mensukseskan ketahanan pangan yang sudah lama kita ingini," jelas Panglima TNI.

Ia menjelaskan program TNI yang kini ikut terjun mensukseskan ketahanan pangan, berbaur dengan petani, ikut langsung terjun ke sawah.

"Ke depan TNI bersama petani akan selalu berkoordinasi dan saling membantu dalam hal swasempada pangan. Nanti Babinsa akan terlibat mengawal pertanian ini bersama petani," kata Gatot.

Menurut Gatot, saat ini produksi padi di Indonesia mencapai 1.800 juta ton/tahun. Ke depan ia menargetkan akan menambah penghasilan produksi padi.

"Sesuai dengan visi bapak Presiden, bahwa 2045 Indonesia menjadi sentra lumbung padi dunia. Untuk kita akan tingkatkan terus produksi padi di setiap daerah," pungkasnya.(adv/fer)