Miris, Ratusan siswa harus belajar diteras hanya gara-gara lokal terkunci

Kamis, 14 Desember 2017

Rabu, 04 Oktober 2017 15:55 WIB

Miris, Ratusan siswa harus belajar diteras hanya gara-gara lokal terkunci



DAYUN, DELIKRIAU - Ratusan Siswa dan Siswi Sekolah Dasar Negeri 01, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, terpaksa harus belajar di teras kelas Sekolah selama lebih kurang 1 Jam hanya gara-gara Ruang Kelasnya kunci.

Wali Murid SDN 01 Dayun, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa ia tidak terima dengan adanya hal seperti ini, hanya gara-gara kunci hilang atau terbawa oleh salah satu Guru disekolah itu hingga mengakibatkan terlantarnya anak-anak atau murid lebih kurang 1 jam mereka harus belajar diteras lokal kelas sekolah dengan cuaca hujan dan dingin diatas keramik tanpa beralaskan apapun.

"Saya Kaget, Saat melihat anak saya dan murid-murid yang lainnya banyak duduk bersila didepan ruang kelas sambil membuka buku-buku pelajaranya, lalu saya mencoba bertanya kepada salah satu pihak sekolah 'kenapa anak-anak murid itu belajarnya diteras kelas, Pak?? kemudian pihak sekolah tersebut menjawab bahwa ruang kelasnya terkunci dan kuncinya terbawa oleh suami salah satu guru. Masak gara-gara kunci terbawa oleh suami salah satu guru, anak-anak kami menjadi korbanya yang harus belajar di teras Lokal Kelas Sekolah yang dingin tanpa ada alas apapun apalagi cuaca hujan, dimana letak prikemanusiaan pihak sekolah ini, apa gak ada solusi lain untuk mengatasi masalahnya, dan dimana pula rasa tanggung jawab pihak sekolah ini, terhadap anak-anak kami yang menuntut ilmu digedung sekolah yang mewah ini," jelasnya.

Kepsek SDN 01 Dayun, Mustafa Kamal mengatakan bahwa hal tersebut tidak lah sedramatisir itu, hanya gara-gara kunci ruang Kelasnya saja terbawa oleh suami salah satu guru. Tetapi ruang kelas tersebut segara ia buka dengan mengunakan linggis.

"Kunci tersebut terbawa oleh suami salah satu guru hingga saya perintahkan kepada anggota saya untuk mengambil linggis agar membuka 8 lokal tersebut secara paksa, hal tersebut sekitar jam 08.15 Wib ruang Lokal telah terbuka," ungkap Mustafa Kamal enteng seperti tidak ada masalah saat dikonfirmasi media Delikriau.com melalui via telephon selularnya, Rabu (4/10/2017).

Tokoh Masyarakat Dayun, Afrikal mengatakan bahwa kalau memang kejadiannya seperti salah satu guru membawa kunci lokal tersebut hingga mengakibatkan terlantarnya anak-anak atau murid-murid hingga harus belajar di teras lokal sekolah walaupun beberapa menit sekalipun, itu merupakan kelalaian pihk sekolah atau diduga hal terebut adalah suatu pelanggaran yang mengakibatkan terlantarnya anaak generasi bangsa.

"jangan hanya murid saja yang diterapkan peraturan dan kedisiplinan sekolah, bagaimana pula kalau guru dan pihak sekolah yang diduga telah melanggar peraturan dan kedisiplinan Sekolah hingga mengakibatkan siswa-siswinya harus belajar di teras lokal kelas Sekolah tersebut, jadi saya berharap kepada intansi terkait bisa memberikan teguran terhadap guru maupun pihak sekolah tersebut agar hal ini tidak terulang lagi baik itu di sekolah SDN 01 Dayun maupun di sekolah-sekolah lainnya", tegas Afrikal yang juga sebagai Ketua Bapekam Kampung Dayun. ( Fer )

Share