Jum'at, 29 Maret 2024
Follow Us ON :
 
 
 
| Negatif Narkoba, Penyebab Kecelakaan Di Tol GT Halim | | Jembatan Baltimore AS Ambruk usai Ditabrak Kapal Singapura.Ini Faktanya | | Tim Polhut, Dokter Hewan Dan BBKSDA Evakuasi Beruang Madu Usai Mangsa Ayam Warga Sabak Auh | | Tim Supervisi Polda Riau Melaksanakan Kegiatan Kunjungan Ke Polrea Rohil | | Sisihkan sebagian Rezeki, Guru SD Negeri 2 Bukit Batu Santuni 112 Anak Yatim dan 36 Dhuafa | | Sekda Arfan Usman Sambut Kehadiran Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Riau
 
PN Pekanbaru Gelar Sidang Perdana Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi RTH Tunjuk Ajar
Rabu, 25-04-2018 - 15:40:18 WIB

TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Tiga terdakwa dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (25/4/2018).

Ketiga terdakwa, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air, Dwi Agus Sumarno, dan dua orang pihak swasta, Rinaldi Mugni selaku konsultan pengawas, CV Panca Mandiri, dan Yuliana D Bagaskoro selaku pihak ketiga yang melaksanakan pekerjaan yang meminjamkan perusahaan PT Bumi Riau Lestari.

Para terdakwa duduk di kursi pesakitan didampingi kuasa hukum masing-masing.

Ketiganya juga sama-sama didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undamg (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.

Khusus untuk terdakwa Dwi Agus Sumarno, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menambahkan dakwaan pasal 12 tentang gratifikasi.

Dakwaan ini dibacakan secara bergantian oleh tiga orang JPU, Hendra Praja Arifin, Prawira Negara Putra, dan Fuji Dwi Jona.

Mendengarkan dakwaan tersebut dua orang terdakwa tidak mengajukan eksepsi, semebtara terdakwa Rinaldi Mugni mengajukan Eksepsi.

"Ada hal sangat substansial, dalam dakwaan disebutkan ada tanggung jawab terdakwa Rp 163 Juta, tetapi di kerugian negara dibebankan seluruhnya satu miliar. Ini ada mis, utuk itulah kami ajukan eksepsi," ungkap Kuasa Hukum terdakwa, Kapitra Ampera di hadapan Hakim Ketua, Bambang Miyanto.

Dalam sisang kali ini, seperti ditulis tribun, selain dipimpin Hakim Bambang Miyanto, juga diikuti dua hakim anggota, Kamazaro Waruwu, dan Suryadi.

Selanjutnya sidang ditunda untuk dilanjutkan kembali pasa Pekan depan, Rabu (2/5/2018) dengan agenda mendengarkan eksepsi dan keterangan para saksi.

Dugaan Tipikor pembangunan RTH Tunjuk Ajar menyeret jumlah tersangka yang banyak. Total tersangka mencapai 18 orang. Selain tersangka yang sudah ditahan, Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, Raymon Yundra, tenaga ahli tenaga ahli CV Panca Mandiri Konsultan, Arri Arwin, dan Direktur PT Bumi Riau Lestari, Khusnul.

Tersangka lainnya adalah Ketua Pokja ULP Provinsi Riau Ikhwan Sunardi, Sekretaris Pokja, Hariyanto dan anggota Pokja Desi Iswanti, Rica Martiwi, Hoprizal.

Selain itu, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia sedangkan tersangka dari konsultan pengawas selain Rinaldi adalah PT Panca Mandiri Consultan adalah Reymon Yundra dan Arri Arwin.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia (RI) perwakilan Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 1 miliar lebih dari pembanguan proyek fisik yang diresmikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, Desember 2016 silam.

Menariknya, sejumlah tersangka ada yang mengajikan diri menjadi Justice Collaborator. Sampai saat ini belum diketahui siapa saja tersangka yang mengajukan diri menjadi Justice Collaborator tersebut. (drc/tpc)





 
Berita Lainnya :
  • PN Pekanbaru Gelar Sidang Perdana Tiga Terdakwa Dugaan Korupsi RTH Tunjuk Ajar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Negatif Narkoba, Penyebab Kecelakaan Di Tol GT Halim
    02 Jembatan Baltimore AS Ambruk usai Ditabrak Kapal Singapura.Ini Faktanya
    03 Tim Polhut, Dokter Hewan Dan BBKSDA Evakuasi Beruang Madu Usai Mangsa Ayam Warga Sabak Auh
    04 Tim Supervisi Polda Riau Melaksanakan Kegiatan Kunjungan Ke Polrea Rohil
    05 Sisihkan sebagian Rezeki, Guru SD Negeri 2 Bukit Batu Santuni 112 Anak Yatim dan 36 Dhuafa
    06 LKD Telah di Sampaikan, Alfedri : Opini WTP Kembali Jadi Harapan
    07 Gemar Siak Berzakat ke-11, Terkumpul Dana Zakat Berjumlah Rp 689 Juta
    08 Tiket Kapal Feri Tidak Dijual Offline, Full Online H-1.
    09 Harga Kelapa Sawit Mitra Swadaya Naik Lagi Jadi Rp 2.891,88 per kg.Berkah Ramadhan
    10 Pemerintah Kabupaten Bengkalis Bakal Berpartisipasi Pada Perhelatan Lancang Kuning Carnaval 2024
    11 Serahkan Sertifikat Tanah di Empat Kampung, ini Pesan Alfedri
    12 Wujudkan Jembatan Sei Pakning-Bengkalis. Pemkab Gandeng Pemprov Riau Ajak Kerjasama
    13 Wabup Husni : Perhatian Pusat Minim Kepada Daerah Yang Komit Jaga Lingkungan
    14 Bupati Bengkalis Resmikan Kelas Jauh SMPN 7 dan SDN 20 Talang Muandau
    15 Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak berikan Bantuan Sembako di 4 Kecamatan
    16 Bupati Bengkalis Serahkan LKPD Unaudited Tahun 2023 ke BPK RI Riau
    17 Hadiri Safari Ramadan Pemda Siak di Belantik, ini beberapa pesan Alfedri
    18 Ditresnarkoba Riau Berhasil Amankan Pengendali Sabu yang Dipasok dari Malaysia, Narkoba Senilai Rp32 M Lebih Disita
    19 Aksi Pria Serang Pakai Samurai, Polisi Todongkan Pistol ke Pelaku
    20 Pj Gubri dan Bupati Kasmarni Safari Ramadhan di Kecamatan Pinggir
    21 Bupati Bengkalis Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2023 Kepada DPRD Bengkalis
    22 Polri Evaluasi Buffer Zone Arah Pelabuhan Merak. Guna Cegah Macet Berjam Jam.
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI