Selasa, 17 Juli 2018
Follow Us ON :
 
 
| Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan | | Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam | | Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak | | Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan | | Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan | | Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
 
Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
Rabu, 11-07-2018 - 12:43:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Sejumlah daerah di Tanah Air tengah mengalami musim kemarau Aptil-Oktober 2018. Namun, sejauh ini, belum ada laporan menyangkut dampak serius musim kemarau itu pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi.

    "Menyangkut kekeringan, saya kira meskipun ada sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, tapi dampaknya pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi, belum dirasakan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/7).

    Dilansir republika.co.id, sebelumnya, sejumlah daerah mulai terdampak musim kemarau. Di antaranya, di Provinsi NTB, Jabar, Jateng dan juga Jatim. Hanya saja, dampak musim kemarau itu tidak begitu parah. Meski demikian, para pemegang kebijakan di daerah-daerah tersebut tetap berlaku waspada dan telah menyiapkan segala antisipasi yang mungkin timbul.

    Dikatakan Amran, pemerintah pun telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bila dampak musim kemarau itu menimpa masyarakat petani. "Kami pun sudah menyiapkan bantuan-bantuan yang mungkin dibutuhkan petani terdampak musim kemarau. Ini agar pera petani tidak mengalami kerugian yang fatal," ujarnya.

    Bantuan itu baik berupa, benih dan bibit padi, pupuk, asuransi usaha tanaman padi (AUTP) maupun peralatan pertanian lainnya. Karena itu, kata Amrah, di tengah musim kering, saat ini, kegiatan pengolahan, tanam, dan panen bisa tetap berjalan.

    Kondisi itu pun, kata dia, dilakukan karena komitmen pemerintah akan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya. "Setiap tahun kita beli 40 ribu pompa air. Jadi walaupun musim kering, petani tetap bisa menjalankan usahataninya dari mulai pengolahan lahan, tanam dan, hingga panenan," jelasnya.

    Dan dengan itu pun, kata Amran, Indonesia mampu menempati posisi ke 16 dunia dalam sektor pertanian. Sementara itu, sejumlah petani di Kabupaten Wajo, menyebutkan, hingga saat ini, di daerahnya belum terjadi musim kemarau. "Masih ada hujan dalam beberapa hari terakhir," kata Landa (50 tahun), petani Mecero saat ditemui Republika.co.id.

    Hal ini, kata dia, karena di wilayah Wajo, musim hujan terjadi pada periode April-Oktober, dimana daerah-daerah lain justru memasuki musim kemarau. Sedangkan pada Oktober-April, Kabupaten Wajo justru mengalami musim kemarau.

    Wajo merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi lumbung padi terbesar se-Sulawesi. Kabupaten Wajo memliki luas lahan sawah 99.720 hektare dengan produktivitas mencapai 6-7 ton per ha.

    Bupati Wajo Andi Burhanuddin pada kesempatan yang sama mengatakan, Kabupaten Wajo menjadi andalan Provinsi Sulsel dan juga nasional menyangkut produktivitas hasil tani, khususnya beras. Menurut dia, dengan produksi  padi yang meningkat, maka kesejahteraan masyarakat Wajo pun semakin membaik. "Alhamdulillah, dengan bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah, pertanian di Wajo berkembang dengan baik," ujarnya.

    Sementara menyangkut musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, Andi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi musim kemarau itu dengan berbagai kegiatan. Di antaranya perbaikan-perbaikan saluran irigasi, penyediaan pompa air dan penyediaan bantuan benih dan bibit padi.(dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan
    02 Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam
    03 Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak
    04 Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan
    05 Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan
    06 Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
    07 Tersandung Kasus Suap, Proyek PLTU Riau Diberhentikan Sementara
    08 Sri Mulyani Ungkap 3 Tren yang Pengaruhi Perekonomian Dunia
    09 Warga Ramai-ramai Urus Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Rohil
    10 Kementrian Pariwisata Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Kembangkan Objek Wisata Pantai Teluk Makmur
    11 Alamak! 50 Hotspot Kepung Sumatera Hari Ini, 29 Titik Terpantau di Riau
    12 Lautan Manusia Padati Tabligh Akbar Bersama Ustaz Abdul Somad di Bengkalis
    13 Senjata Rakitan Tak Bertuan Kembali Ditemukan di Pekanbaru
    14 Duh, Harga Cabai Rawit di Pekanbaru Terus Naik
    15 Siap-siap, Malam Ini Riau akan Diguyur Hujan
    16 Rupiah Masih di Zona Mengkhawatirkan, Berada di Level Rp14.400 per USD
    17 Dua Jalan Penghubung Rohil Dikerjakan Tahun Ini
    18 2019gantipresiden Disukai 60,5 Persen, Indonesia Butuh Pemimpin Baru
    19 Diaspora dan Atlet Berprestasi Akan Diprioritaskan di Penerimaan CPNS 2018
    20 Wah! Riau Dapat Jatah Rp34 Miliar untuk Kelistrikan
    21 BMKG Deteksi 76 Hotspot di Sumatera, 12 Titik Ada di Riau
    22 Imam Masjid di Pekanbaru Bakal Dapat Insentif Mulai Tahun Depan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI