Minggu, 23 09 2018
Follow Us ON :
 
 
| Tour De Siak Berhasil Masuk Kalender UCI | | Ribuan Masyarakat Menyaksikan Pembukaan TdSi 2018 | | Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Hj Misnarni Secara Resmi Buka Stand Bazar TDS 2018 | | TDS 2018 Diharapkan Mampu Ciptakan Multiplier Effect Peningkatan Ekonomi Masyarakat | | Ribuan Masyarakat Kabupaten Siak Ikut Meriahkan Fun Bike Tour de Siak 2018 | | Masril Secara Resmi Penyerahan SK RN PAS Kota Pekanbaru
 
Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
Rabu, 11-07-2018 - 12:43:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Sejumlah daerah di Tanah Air tengah mengalami musim kemarau Aptil-Oktober 2018. Namun, sejauh ini, belum ada laporan menyangkut dampak serius musim kemarau itu pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi.

    "Menyangkut kekeringan, saya kira meskipun ada sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, tapi dampaknya pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi, belum dirasakan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/7).

    Dilansir republika.co.id, sebelumnya, sejumlah daerah mulai terdampak musim kemarau. Di antaranya, di Provinsi NTB, Jabar, Jateng dan juga Jatim. Hanya saja, dampak musim kemarau itu tidak begitu parah. Meski demikian, para pemegang kebijakan di daerah-daerah tersebut tetap berlaku waspada dan telah menyiapkan segala antisipasi yang mungkin timbul.

    Dikatakan Amran, pemerintah pun telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bila dampak musim kemarau itu menimpa masyarakat petani. "Kami pun sudah menyiapkan bantuan-bantuan yang mungkin dibutuhkan petani terdampak musim kemarau. Ini agar pera petani tidak mengalami kerugian yang fatal," ujarnya.

    Bantuan itu baik berupa, benih dan bibit padi, pupuk, asuransi usaha tanaman padi (AUTP) maupun peralatan pertanian lainnya. Karena itu, kata Amrah, di tengah musim kering, saat ini, kegiatan pengolahan, tanam, dan panen bisa tetap berjalan.

    Kondisi itu pun, kata dia, dilakukan karena komitmen pemerintah akan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya. "Setiap tahun kita beli 40 ribu pompa air. Jadi walaupun musim kering, petani tetap bisa menjalankan usahataninya dari mulai pengolahan lahan, tanam dan, hingga panenan," jelasnya.

    Dan dengan itu pun, kata Amran, Indonesia mampu menempati posisi ke 16 dunia dalam sektor pertanian. Sementara itu, sejumlah petani di Kabupaten Wajo, menyebutkan, hingga saat ini, di daerahnya belum terjadi musim kemarau. "Masih ada hujan dalam beberapa hari terakhir," kata Landa (50 tahun), petani Mecero saat ditemui Republika.co.id.

    Hal ini, kata dia, karena di wilayah Wajo, musim hujan terjadi pada periode April-Oktober, dimana daerah-daerah lain justru memasuki musim kemarau. Sedangkan pada Oktober-April, Kabupaten Wajo justru mengalami musim kemarau.

    Wajo merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi lumbung padi terbesar se-Sulawesi. Kabupaten Wajo memliki luas lahan sawah 99.720 hektare dengan produktivitas mencapai 6-7 ton per ha.

    Bupati Wajo Andi Burhanuddin pada kesempatan yang sama mengatakan, Kabupaten Wajo menjadi andalan Provinsi Sulsel dan juga nasional menyangkut produktivitas hasil tani, khususnya beras. Menurut dia, dengan produksi  padi yang meningkat, maka kesejahteraan masyarakat Wajo pun semakin membaik. "Alhamdulillah, dengan bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah, pertanian di Wajo berkembang dengan baik," ujarnya.

    Sementara menyangkut musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, Andi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi musim kemarau itu dengan berbagai kegiatan. Di antaranya perbaikan-perbaikan saluran irigasi, penyediaan pompa air dan penyediaan bantuan benih dan bibit padi.(dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Wakil Bupati Siak, Alfedri Lepas 59 Pembalap Sepeda TDS
    02 Masril Secara Resmi Penyerahan SK RN PAS Kota Pekanbaru
    03 Sah, Badan Perfilman Indonesia Ikat Kerjasama Dengan Negeri istana
    04 Bupati Siak, Syamsuar “Bujuk” Insan Film Nasional Filmkan Negeri Istana
    05 Tour De Siak Berhasil Masuk Kalender UCI
    06 Ribuan Masyarakat Menyaksikan Pembukaan TdSi 2018
    07 TDS 2018 Diharapkan Mampu Ciptakan Multiplier Effect Peningkatan Ekonomi Masyarakat
    08 5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau teken MoA Pariwisata di Siak
    09 Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Hj Misnarni Secara Resmi Buka Stand Bazar TDS 2018
    10 Bupati Siak, Syamsuar Borong Hasil Karya Foto KPC
    11 Ribuan Masyarakat Kabupaten Siak Ikut Meriahkan Fun Bike Tour de Siak 2018
    12 Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai
    13 Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi
    14 Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab
    15 Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional
    16 Bupati Siak, Syamsuar Buka Kegiatan Ekspos Bersama Program Tegak
    17 Ini Pesan Bupati Siak Syamsuar, Di Depan Para Da'i
    18 Danrindam IVDiponegoro Kolonel Inf Amrn Ibrahim, Lantik 304 Siswa Diktukbasus Babinsa
    19 Bupati Siak, Drs.H Syamsuar Msi Mengajak Masyarakat Untuk Hijrah ke Arah Yang Lebih Baik
    20 Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
    21 Bupati Siak, Syamsuar Hadiri Reuni APDN, IPDN dan STPDN Yang Penuh Kekeluargaan
    22 Bupati Siak Terima Anugrah BAZNAS Award Tahun 2018 Dari Kementerian Agama RI
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI