Senin, 19 November 2018
Follow Us ON :
 
 
| Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak | | Aktivitas Galian C Tak Berizin di Kabupaten Siak Kian Marak | | BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut | | Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak | | Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia | | Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
 
Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
Rabu, 11-07-2018 - 12:43:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Sejumlah daerah di Tanah Air tengah mengalami musim kemarau Aptil-Oktober 2018. Namun, sejauh ini, belum ada laporan menyangkut dampak serius musim kemarau itu pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi.

    "Menyangkut kekeringan, saya kira meskipun ada sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, tapi dampaknya pada sektor pertanian, khususnya tanaman padi, belum dirasakan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (9/7).

    Dilansir republika.co.id, sebelumnya, sejumlah daerah mulai terdampak musim kemarau. Di antaranya, di Provinsi NTB, Jabar, Jateng dan juga Jatim. Hanya saja, dampak musim kemarau itu tidak begitu parah. Meski demikian, para pemegang kebijakan di daerah-daerah tersebut tetap berlaku waspada dan telah menyiapkan segala antisipasi yang mungkin timbul.

    Dikatakan Amran, pemerintah pun telah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan bila dampak musim kemarau itu menimpa masyarakat petani. "Kami pun sudah menyiapkan bantuan-bantuan yang mungkin dibutuhkan petani terdampak musim kemarau. Ini agar pera petani tidak mengalami kerugian yang fatal," ujarnya.

    Bantuan itu baik berupa, benih dan bibit padi, pupuk, asuransi usaha tanaman padi (AUTP) maupun peralatan pertanian lainnya. Karena itu, kata Amrah, di tengah musim kering, saat ini, kegiatan pengolahan, tanam, dan panen bisa tetap berjalan.

    Kondisi itu pun, kata dia, dilakukan karena komitmen pemerintah akan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya. "Setiap tahun kita beli 40 ribu pompa air. Jadi walaupun musim kering, petani tetap bisa menjalankan usahataninya dari mulai pengolahan lahan, tanam dan, hingga panenan," jelasnya.

    Dan dengan itu pun, kata Amran, Indonesia mampu menempati posisi ke 16 dunia dalam sektor pertanian. Sementara itu, sejumlah petani di Kabupaten Wajo, menyebutkan, hingga saat ini, di daerahnya belum terjadi musim kemarau. "Masih ada hujan dalam beberapa hari terakhir," kata Landa (50 tahun), petani Mecero saat ditemui Republika.co.id.

    Hal ini, kata dia, karena di wilayah Wajo, musim hujan terjadi pada periode April-Oktober, dimana daerah-daerah lain justru memasuki musim kemarau. Sedangkan pada Oktober-April, Kabupaten Wajo justru mengalami musim kemarau.

    Wajo merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menjadi lumbung padi terbesar se-Sulawesi. Kabupaten Wajo memliki luas lahan sawah 99.720 hektare dengan produktivitas mencapai 6-7 ton per ha.

    Bupati Wajo Andi Burhanuddin pada kesempatan yang sama mengatakan, Kabupaten Wajo menjadi andalan Provinsi Sulsel dan juga nasional menyangkut produktivitas hasil tani, khususnya beras. Menurut dia, dengan produksi  padi yang meningkat, maka kesejahteraan masyarakat Wajo pun semakin membaik. "Alhamdulillah, dengan bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah, pertanian di Wajo berkembang dengan baik," ujarnya.

    Sementara menyangkut musim kemarau yang dapat menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, Andi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi musim kemarau itu dengan berbagai kegiatan. Di antaranya perbaikan-perbaikan saluran irigasi, penyediaan pompa air dan penyediaan bantuan benih dan bibit padi.(dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Kemarau di Indonesia Belum Pengaruhi Produksi Pertanian
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut
    02 Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak
    03 Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia
    04 Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
    05 Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
    06 Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan UKPBJ Tingkat Kematangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta
    07 Wakil Bupati Siak Hadiri Upacara HDK 2018 Di Kantor Gubernur Riau
    08 Syukuran Pemugaran Istana Peraduan Siak 2018 Yang Di Bantu PT.RAPP
    09 Bupati Siak, Syamsuar Pimpin Upacara HSP ke-90
    10 Syamsuar Nobar Film IQRA' 1 Bersama Ribuan Anak Yatim di Kabupaten Siak
    11 GP Ansor Rohil kunjungi Korban Banjir
    12 Lomba Foto Tour de Siak, Ini Juaranya
    13 Bupati Irwan Buka Secara Resmi Tes CPNS Kepulauan Meranti 2018
    14 Koalisi LSM–TPK Bersama Rekan Media Kabupaten Meranti Laporkan Ke Kejari
    15 Luar Biasa!!! Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut Turut
    16 Tingkatkan Kapasitas Sentra Gakkumdu, Bawaslu Gelar Pelatihan Penyidik Pemilu
    17 Wabup Rohil Terima Penghargaan Proklim Dari Kementrian KLH
    18 Usai Klarifikasi Firdaus, Bawaslu Riau Minta Pendapat Ahli Pidana
    19 Pemkab Meranti Buka Permohonan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
    20 Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo akan berikan RSUD Meranti Alat Canggih CT SCAN
    21 Pernak Pernik Kaum Sarungan di HSN 2018
    22 Pemda, LAM dan MUI Sepakat, Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi'
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI