Selasa, 17 Juli 2018
Follow Us ON :
 
 
| Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan | | Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam | | Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak | | Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan | | Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan | | Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
 
Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
Kamis, 05-07-2018 - 16:43:57 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Ratusan wali murid yang bermukim di Kelurahan Sidomluyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru melakukan aksi memprotes penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

    Pantauan Antara, aksi yang mayoritas didominasi oleh ibu-ibu tersebut digelar di SMP Negeri 21 Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis pagi.

    Dalam aksinya, mereka memprotes penerapan sistem zonasi PPDB yang justru menyebabkan banyak anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

    Padahal, kata mereka, seharusnya sistem zonasi memberikan kesempatan lebih besar kepada warga tempatan untuk mendaftar dan melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

    "Kenyataannya, banyak anak kami yang tidak diterima di sini. Saya tidak mengerti apa makna zonasi ini kalau malah lebih menyusahkan kami," kata Alex, salah seorang wali murid yang cukup vokal memprotes kebijakan tersebut.

    Alex merupakan salah satu dari seratusan wali murid yang tinggal di sekitar lingkungan SMP Negeri 21 Pekanbaru. Dia mengatakan rumahnya hanya dibatasi tembok sekolah.

    Selama ini, dengan tanpa sistem zonasi anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut tanpa kesulitan. Akan tetapi, tahun ini Alex yang mendaftarkan cucunya untuk melanjutkan pendidikan justru terhalang dengan kebijakan yang sama sekali tidak ia pahami.

    Padahal, dia mengatakan syarat untuk mendaftar dengan mencatumkan kartu keluarga serta surat keterangan domisili dari kelurahan setempat telah dipenuhi.

    "Katanya pemerintah wajib pendidikan sembilan tahun. Kenapa sekarang kami mau menyekolahkan anak-anak justru dihambat. Ini maunya bagaimana?," ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Bangun. Pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua RT di sekitar sekolah itu berada meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar lebih peka terkait polemik yang dihadapi masyarakat tersebut.

    "Yang saya tahu sistem Zonasi itu agar masyarakat tidak perlu sekolah jauh sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Sekarang kenapa jadinya seperti ini," tuturnya, dikutip antara.

    Terpisah, Kepala SMPN 21 Pekanbaru, Asmar kepada Antara mengatakan alasan tidak diterimanya anak-anak warga tempatan itu merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

    Dia menjelaskan tahun ini SMPN 21 Pekanbaru membuka enam lokal dengan satu lokal menampung 32 siswa. Saat pendaftaran, dia mengatakan hanya menerima nama-nama siswa untuk kemudian diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota.

    "Kami tidak bisa memberikan kebijakan. Ini sudah dari atas," ujarnya.

    Asmar sendiri mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan dengan sistem yang diterapkan saat ini. Dia mengatakan seolah-olah sekolah yang ia pimpin menolak siswa tempatan, sementara pada dasarnya seluruh keputusan ada ditangan Dinas Pendidikan.

    "Kalau kesulitan kami juga merasa kesulitan. Setelah ini kami akan informasikan permasalah ini ke Dinas, nanti bagaimana Dinas mencarikan solusinya," jelasnya.

    Lebih jauh, Asmar mengatakan dirinya mau menerima seluruh peserta didik yang mendaftar. "Bahkan kalau perlu pagi siang kami siap, tapi kan harus ada arahan dulu dari atas," lanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal belum berkomentar terkait polemik tersebut.

    Namun, beberapa waktu lalu Jamal meminta agar orang tua siswa tidak perlu bingung. Sebab penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi sudah jelas, bahwa zonasi ditetapkan berdasarkan alamat tinggalnya sesuai yang tertera di KK.

    "Jadi zonasi itu ditetapkan sesuai dengan alamat tempat tinggalnya yang dibuktikan dengan KK," katanya.

    Pihaknya juga meminta agar pihak sekolah tidak menolak setiap orang tua yang akan mendaftarkan anaknya di sekolah. (dr/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan
    02 Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam
    03 Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak
    04 Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan
    05 Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan
    06 Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
    07 Tersandung Kasus Suap, Proyek PLTU Riau Diberhentikan Sementara
    08 Sri Mulyani Ungkap 3 Tren yang Pengaruhi Perekonomian Dunia
    09 Warga Ramai-ramai Urus Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Rohil
    10 Kementrian Pariwisata Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Kembangkan Objek Wisata Pantai Teluk Makmur
    11 Alamak! 50 Hotspot Kepung Sumatera Hari Ini, 29 Titik Terpantau di Riau
    12 Lautan Manusia Padati Tabligh Akbar Bersama Ustaz Abdul Somad di Bengkalis
    13 Senjata Rakitan Tak Bertuan Kembali Ditemukan di Pekanbaru
    14 Duh, Harga Cabai Rawit di Pekanbaru Terus Naik
    15 Siap-siap, Malam Ini Riau akan Diguyur Hujan
    16 Rupiah Masih di Zona Mengkhawatirkan, Berada di Level Rp14.400 per USD
    17 Dua Jalan Penghubung Rohil Dikerjakan Tahun Ini
    18 2019gantipresiden Disukai 60,5 Persen, Indonesia Butuh Pemimpin Baru
    19 Diaspora dan Atlet Berprestasi Akan Diprioritaskan di Penerimaan CPNS 2018
    20 Wah! Riau Dapat Jatah Rp34 Miliar untuk Kelistrikan
    21 BMKG Deteksi 76 Hotspot di Sumatera, 12 Titik Ada di Riau
    22 Imam Masjid di Pekanbaru Bakal Dapat Insentif Mulai Tahun Depan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI