Senin, 19 November 2018
Follow Us ON :
 
 
| Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak | | Aktivitas Galian C Tak Berizin di Kabupaten Siak Kian Marak | | BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut | | Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak | | Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia | | Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
 
Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
Kamis, 05-07-2018 - 16:43:57 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Ratusan wali murid yang bermukim di Kelurahan Sidomluyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru melakukan aksi memprotes penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

    Pantauan Antara, aksi yang mayoritas didominasi oleh ibu-ibu tersebut digelar di SMP Negeri 21 Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis pagi.

    Dalam aksinya, mereka memprotes penerapan sistem zonasi PPDB yang justru menyebabkan banyak anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

    Padahal, kata mereka, seharusnya sistem zonasi memberikan kesempatan lebih besar kepada warga tempatan untuk mendaftar dan melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

    "Kenyataannya, banyak anak kami yang tidak diterima di sini. Saya tidak mengerti apa makna zonasi ini kalau malah lebih menyusahkan kami," kata Alex, salah seorang wali murid yang cukup vokal memprotes kebijakan tersebut.

    Alex merupakan salah satu dari seratusan wali murid yang tinggal di sekitar lingkungan SMP Negeri 21 Pekanbaru. Dia mengatakan rumahnya hanya dibatasi tembok sekolah.

    Selama ini, dengan tanpa sistem zonasi anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut tanpa kesulitan. Akan tetapi, tahun ini Alex yang mendaftarkan cucunya untuk melanjutkan pendidikan justru terhalang dengan kebijakan yang sama sekali tidak ia pahami.

    Padahal, dia mengatakan syarat untuk mendaftar dengan mencatumkan kartu keluarga serta surat keterangan domisili dari kelurahan setempat telah dipenuhi.

    "Katanya pemerintah wajib pendidikan sembilan tahun. Kenapa sekarang kami mau menyekolahkan anak-anak justru dihambat. Ini maunya bagaimana?," ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Bangun. Pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua RT di sekitar sekolah itu berada meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar lebih peka terkait polemik yang dihadapi masyarakat tersebut.

    "Yang saya tahu sistem Zonasi itu agar masyarakat tidak perlu sekolah jauh sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Sekarang kenapa jadinya seperti ini," tuturnya, dikutip antara.

    Terpisah, Kepala SMPN 21 Pekanbaru, Asmar kepada Antara mengatakan alasan tidak diterimanya anak-anak warga tempatan itu merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

    Dia menjelaskan tahun ini SMPN 21 Pekanbaru membuka enam lokal dengan satu lokal menampung 32 siswa. Saat pendaftaran, dia mengatakan hanya menerima nama-nama siswa untuk kemudian diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota.

    "Kami tidak bisa memberikan kebijakan. Ini sudah dari atas," ujarnya.

    Asmar sendiri mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan dengan sistem yang diterapkan saat ini. Dia mengatakan seolah-olah sekolah yang ia pimpin menolak siswa tempatan, sementara pada dasarnya seluruh keputusan ada ditangan Dinas Pendidikan.

    "Kalau kesulitan kami juga merasa kesulitan. Setelah ini kami akan informasikan permasalah ini ke Dinas, nanti bagaimana Dinas mencarikan solusinya," jelasnya.

    Lebih jauh, Asmar mengatakan dirinya mau menerima seluruh peserta didik yang mendaftar. "Bahkan kalau perlu pagi siang kami siap, tapi kan harus ada arahan dulu dari atas," lanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal belum berkomentar terkait polemik tersebut.

    Namun, beberapa waktu lalu Jamal meminta agar orang tua siswa tidak perlu bingung. Sebab penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi sudah jelas, bahwa zonasi ditetapkan berdasarkan alamat tinggalnya sesuai yang tertera di KK.

    "Jadi zonasi itu ditetapkan sesuai dengan alamat tempat tinggalnya yang dibuktikan dengan KK," katanya.

    Pihaknya juga meminta agar pihak sekolah tidak menolak setiap orang tua yang akan mendaftarkan anaknya di sekolah. (dr/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut
    02 Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak
    03 Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia
    04 Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
    05 Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
    06 Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan UKPBJ Tingkat Kematangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta
    07 Wakil Bupati Siak Hadiri Upacara HDK 2018 Di Kantor Gubernur Riau
    08 Syukuran Pemugaran Istana Peraduan Siak 2018 Yang Di Bantu PT.RAPP
    09 Bupati Siak, Syamsuar Pimpin Upacara HSP ke-90
    10 Syamsuar Nobar Film IQRA' 1 Bersama Ribuan Anak Yatim di Kabupaten Siak
    11 GP Ansor Rohil kunjungi Korban Banjir
    12 Lomba Foto Tour de Siak, Ini Juaranya
    13 Bupati Irwan Buka Secara Resmi Tes CPNS Kepulauan Meranti 2018
    14 Koalisi LSM–TPK Bersama Rekan Media Kabupaten Meranti Laporkan Ke Kejari
    15 Luar Biasa!!! Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut Turut
    16 Tingkatkan Kapasitas Sentra Gakkumdu, Bawaslu Gelar Pelatihan Penyidik Pemilu
    17 Wabup Rohil Terima Penghargaan Proklim Dari Kementrian KLH
    18 Usai Klarifikasi Firdaus, Bawaslu Riau Minta Pendapat Ahli Pidana
    19 Pemkab Meranti Buka Permohonan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
    20 Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo akan berikan RSUD Meranti Alat Canggih CT SCAN
    21 Pernak Pernik Kaum Sarungan di HSN 2018
    22 Pemda, LAM dan MUI Sepakat, Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi'
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI