Rabu, 19 09 2018
Follow Us ON :
 
 
| Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai | | Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi | | Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab | | Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional | | Bupati Siak, Syamsuar Buka Kegiatan Ekspos Bersama Program Tegak | | Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
 
Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
Kamis, 05-07-2018 - 16:43:57 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Ratusan wali murid yang bermukim di Kelurahan Sidomluyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru melakukan aksi memprotes penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

    Pantauan Antara, aksi yang mayoritas didominasi oleh ibu-ibu tersebut digelar di SMP Negeri 21 Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis pagi.

    Dalam aksinya, mereka memprotes penerapan sistem zonasi PPDB yang justru menyebabkan banyak anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

    Padahal, kata mereka, seharusnya sistem zonasi memberikan kesempatan lebih besar kepada warga tempatan untuk mendaftar dan melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

    "Kenyataannya, banyak anak kami yang tidak diterima di sini. Saya tidak mengerti apa makna zonasi ini kalau malah lebih menyusahkan kami," kata Alex, salah seorang wali murid yang cukup vokal memprotes kebijakan tersebut.

    Alex merupakan salah satu dari seratusan wali murid yang tinggal di sekitar lingkungan SMP Negeri 21 Pekanbaru. Dia mengatakan rumahnya hanya dibatasi tembok sekolah.

    Selama ini, dengan tanpa sistem zonasi anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut tanpa kesulitan. Akan tetapi, tahun ini Alex yang mendaftarkan cucunya untuk melanjutkan pendidikan justru terhalang dengan kebijakan yang sama sekali tidak ia pahami.

    Padahal, dia mengatakan syarat untuk mendaftar dengan mencatumkan kartu keluarga serta surat keterangan domisili dari kelurahan setempat telah dipenuhi.

    "Katanya pemerintah wajib pendidikan sembilan tahun. Kenapa sekarang kami mau menyekolahkan anak-anak justru dihambat. Ini maunya bagaimana?," ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Bangun. Pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua RT di sekitar sekolah itu berada meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar lebih peka terkait polemik yang dihadapi masyarakat tersebut.

    "Yang saya tahu sistem Zonasi itu agar masyarakat tidak perlu sekolah jauh sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Sekarang kenapa jadinya seperti ini," tuturnya, dikutip antara.

    Terpisah, Kepala SMPN 21 Pekanbaru, Asmar kepada Antara mengatakan alasan tidak diterimanya anak-anak warga tempatan itu merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

    Dia menjelaskan tahun ini SMPN 21 Pekanbaru membuka enam lokal dengan satu lokal menampung 32 siswa. Saat pendaftaran, dia mengatakan hanya menerima nama-nama siswa untuk kemudian diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota.

    "Kami tidak bisa memberikan kebijakan. Ini sudah dari atas," ujarnya.

    Asmar sendiri mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan dengan sistem yang diterapkan saat ini. Dia mengatakan seolah-olah sekolah yang ia pimpin menolak siswa tempatan, sementara pada dasarnya seluruh keputusan ada ditangan Dinas Pendidikan.

    "Kalau kesulitan kami juga merasa kesulitan. Setelah ini kami akan informasikan permasalah ini ke Dinas, nanti bagaimana Dinas mencarikan solusinya," jelasnya.

    Lebih jauh, Asmar mengatakan dirinya mau menerima seluruh peserta didik yang mendaftar. "Bahkan kalau perlu pagi siang kami siap, tapi kan harus ada arahan dulu dari atas," lanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal belum berkomentar terkait polemik tersebut.

    Namun, beberapa waktu lalu Jamal meminta agar orang tua siswa tidak perlu bingung. Sebab penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi sudah jelas, bahwa zonasi ditetapkan berdasarkan alamat tinggalnya sesuai yang tertera di KK.

    "Jadi zonasi itu ditetapkan sesuai dengan alamat tempat tinggalnya yang dibuktikan dengan KK," katanya.

    Pihaknya juga meminta agar pihak sekolah tidak menolak setiap orang tua yang akan mendaftarkan anaknya di sekolah. (dr/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai
    02 Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi
    03 Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab
    04 Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional
    05 Bupati Siak, Syamsuar Buka Kegiatan Ekspos Bersama Program Tegak
    06 Ini Pesan Bupati Siak Syamsuar, Di Depan Para Da'i
    07 Danrindam IVDiponegoro Kolonel Inf Amrn Ibrahim, Lantik 304 Siswa Diktukbasus Babinsa
    08 Bupati Siak, Drs.H Syamsuar Msi Mengajak Masyarakat Untuk Hijrah ke Arah Yang Lebih Baik
    09 Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
    10 Bupati Siak, Syamsuar Hadiri Reuni APDN, IPDN dan STPDN Yang Penuh Kekeluargaan
    11 Bupati Siak Terima Anugrah BAZNAS Award Tahun 2018 Dari Kementerian Agama RI
    12 Wakil Bupati Siak Alfedri Sambut Kepulangan 221 Jamaah Haji Kabupaten Siak
    13 Kenerja Bawaslu Kabupaten Siak Dinilai Lamban
    14 Ini Pesan Bupati Siak, Syamsuar Dalam Acara Penanaman 10.000 Pohon
    15 Bupati Siak, Syamsuar Resmikan Ekowisata Taman Berembang
    16 Polres Siak Gelar Pemusnahan Penyisihan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu-sabu
    17 Sat Res Narkoba Polres Rohul Behasil Membekuk Pelaku Yang Diduga Bandar Narkoba
    18 Festival Layang-layang Tradisional I se-Provinsi Riau Tahun 2018
    19 Wakil Bupati Siak, Alfedri Buka Pelaksanaan Kemah Bakti Kwaran Sungai Apit
    20 LPSE Kabupaten Siak, Sukses Raih 17 Standarisasi LKPP-RI
    21 11 Ekor Sapi Qurban di Sembelih Di Emplasmen PTP N 5 Sei Rokan
    22 PKS Sei Intan Diduga Cemari Aliran Sungai Desa Kembang Damai Hingga Sungai Rokan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI