Kamis, 05-07-2018 - 16:43:57 WIB
Follow Us ON :
 
 
| 26.777 Siswa se Kabupaten Rohil tingkat SD dan SMP Sederajat Ikuti Ujian Nasional | | Taman Wisata Nasional Danau Zamrud Yang Masih Asri dan Alami Magnet Para Wisatawan Manca Negara | | Angka Partisipasi Pemilih di Siak di Targetkan Diatas 70 Persen | | Pilpres dan Pileg 2019 di Negeri Istana Berlangsung Tertib dan Aman | | Lima Habib Dijadwalkan hadiri Haul Sultan Siak 2019 | | Lewat MTQ Kecamatan Mempura ke X, Pemkab Ajak Warga Peduli Dhuafa
 
Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
Kamis, 05-07-2018 - 16:43:57 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Ratusan wali murid yang bermukim di Kelurahan Sidomluyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru melakukan aksi memprotes penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB).

    Pantauan Antara, aksi yang mayoritas didominasi oleh ibu-ibu tersebut digelar di SMP Negeri 21 Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis pagi.

    Dalam aksinya, mereka memprotes penerapan sistem zonasi PPDB yang justru menyebabkan banyak anak mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

    Padahal, kata mereka, seharusnya sistem zonasi memberikan kesempatan lebih besar kepada warga tempatan untuk mendaftar dan melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.

    "Kenyataannya, banyak anak kami yang tidak diterima di sini. Saya tidak mengerti apa makna zonasi ini kalau malah lebih menyusahkan kami," kata Alex, salah seorang wali murid yang cukup vokal memprotes kebijakan tersebut.

    Alex merupakan salah satu dari seratusan wali murid yang tinggal di sekitar lingkungan SMP Negeri 21 Pekanbaru. Dia mengatakan rumahnya hanya dibatasi tembok sekolah.

    Selama ini, dengan tanpa sistem zonasi anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah tersebut tanpa kesulitan. Akan tetapi, tahun ini Alex yang mendaftarkan cucunya untuk melanjutkan pendidikan justru terhalang dengan kebijakan yang sama sekali tidak ia pahami.

    Padahal, dia mengatakan syarat untuk mendaftar dengan mencatumkan kartu keluarga serta surat keterangan domisili dari kelurahan setempat telah dipenuhi.

    "Katanya pemerintah wajib pendidikan sembilan tahun. Kenapa sekarang kami mau menyekolahkan anak-anak justru dihambat. Ini maunya bagaimana?," ujarnya.

    Hal senada disampaikan oleh Bangun. Pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua RT di sekitar sekolah itu berada meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru agar lebih peka terkait polemik yang dihadapi masyarakat tersebut.

    "Yang saya tahu sistem Zonasi itu agar masyarakat tidak perlu sekolah jauh sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Sekarang kenapa jadinya seperti ini," tuturnya, dikutip antara.

    Terpisah, Kepala SMPN 21 Pekanbaru, Asmar kepada Antara mengatakan alasan tidak diterimanya anak-anak warga tempatan itu merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

    Dia menjelaskan tahun ini SMPN 21 Pekanbaru membuka enam lokal dengan satu lokal menampung 32 siswa. Saat pendaftaran, dia mengatakan hanya menerima nama-nama siswa untuk kemudian diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota.

    "Kami tidak bisa memberikan kebijakan. Ini sudah dari atas," ujarnya.

    Asmar sendiri mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan dengan sistem yang diterapkan saat ini. Dia mengatakan seolah-olah sekolah yang ia pimpin menolak siswa tempatan, sementara pada dasarnya seluruh keputusan ada ditangan Dinas Pendidikan.

    "Kalau kesulitan kami juga merasa kesulitan. Setelah ini kami akan informasikan permasalah ini ke Dinas, nanti bagaimana Dinas mencarikan solusinya," jelasnya.

    Lebih jauh, Asmar mengatakan dirinya mau menerima seluruh peserta didik yang mendaftar. "Bahkan kalau perlu pagi siang kami siap, tapi kan harus ada arahan dulu dari atas," lanjutnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal belum berkomentar terkait polemik tersebut.

    Namun, beberapa waktu lalu Jamal meminta agar orang tua siswa tidak perlu bingung. Sebab penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi sudah jelas, bahwa zonasi ditetapkan berdasarkan alamat tinggalnya sesuai yang tertera di KK.

    "Jadi zonasi itu ditetapkan sesuai dengan alamat tempat tinggalnya yang dibuktikan dengan KK," katanya.

    Pihaknya juga meminta agar pihak sekolah tidak menolak setiap orang tua yang akan mendaftarkan anaknya di sekolah. (dr/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Anak Tak Lolos, Ratusan Wali Murid di Pekanbaru Kritik Sistem Zonasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 26.777 Siswa se Kabupaten Rohil tingkat SD dan SMP Sederajat Ikuti Ujian Nasional
    02 Lewat MTQ Kecamatan Mempura ke X, Pemkab Ajak Warga Peduli Dhuafa
    03 Perpani Siak Sosialisasikan Panahan di Kecamatan se Kabupaten Siak
    04 Lima Habib Dijadwalkan hadiri Haul Sultan Siak 2019
    05 Pilpres dan Pileg 2019 di Negeri Istana Berlangsung Tertib dan Aman
    06 Angka Partisipasi Pemilih di Siak di Targetkan Diatas 70 Persen
    07 Taman Wisata Nasional Danau Zamrud Yang Masih Asri dan Alami Magnet Para Wisatawan Manca Negara
    08 Jamaluddin : Arsip Adalah Bukti Dari Catatan Peristiwa
    09 Gemar Berzakat 2019 Segera Diluncurkan, Baznas Siak Targetkan Dana Zakat Terkumpul 2,1M
    10 Bukti Kepedulian PT BIM Kepada Masyarakat Dengan Menyalurkan Program Bantuan CSR Tahun 2019
    11 Camat Tekankan Linmas Gunakan Tanda Pengenal, Jika Tak Miliki Seragam
    12 Sekda Kab Siak, Hadiri Kegiatan Indonesia Industrial Summit (ISS) 2019
    13 Antisipasi Bahaya dan Penanggulangan Musibah Kebakaran. BPBD Siak Edukasi 150 Emak-emak
    14 Sekda Rohul, Tutup MTQ XIX Kabupaten Rohul 2019 Dengan Atraksi Kembang Api.
    15 Warga Sukamaju Harapkan Pembangunan Turap Sungai
    16 Kapolda dan Ketua Bawaslu Riau Lepas Tim Patroli Money Politik & Pengawasan Masa Tenang Pemilu 2019
    17 Kampanye Akbar, Pasangan Jokowi Amin Artis Ibu kota Iis Dahlia Goyang Simpatisan Di Ujungbatu
    18 Mantapkan Pemilu, KPU Siak Distribusikan Logistik Keseluruh Kecamatan
    19 GMC 2019 Momen Promosi Pariwisata di Kabupaten Siak
    20 Simpan 5 Paket Sabu, 2 Pelaku Diduga Pengedar Dicokok Tim Opsnal Polsek Sabak Auh
    21 Bupati Siak Alfedri Teken Kesepakatan Replating Kebun Sawit Masyarakat Dengan PTPN V
    22 Setelah Tiga Tahun Didirikan MAN IC Perawang Kian Berkembang
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI