Rabu, 19 09 2018
Follow Us ON :
 
 
| Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai | | Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi | | Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab | | Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional | | Bupati Siak, Syamsuar Buka Kegiatan Ekspos Bersama Program Tegak | | Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
 
Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
Kamis, 16-08-2018 - 16:22:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Lembaga Adat Melayu Riau kedatangan beberapa orang warga Sekijang dan Masyarakat Tapung lainnya terkait permasalahan buku mapel Budaya Melayu Riau untuk kelas IX SMP terbitan Inti Prima Aksara (Inprasa) yang memuat fitnahan terhadap desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, Kampar sebagai desa tempat persembunyian pasangan kawin lari, Kamis (16/8/2018) pagi.

    Fatmawati menyampaikan bahwa maksud kedatangan warga Sekijang dan beberapa masyarakat Tapung ini bertujuan untuk berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, juga meminta bantuan LAM Riau untuk menarik buku yang sudah terlanjur beredar.

    "Kami datang ke Lembaga Adat Melayu Riau ini ingin berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, bahkan meminta bantuan LAM untuk penarikan buku ini, karna LAM punya hak untuk melakukan itu, sebab buku Budaya Melayu Riau harus melalui verifikasi LAM Riau", ucap Fatmawati.

    Fatmawati yang juga dosen di UIR ini menceritakan kronologis awal ditemukannya tulisan yang menjadi polemik itu bermula dari salah seorang tetangganya anak SMP kelas IX yang menanyakan tentang kebenaran tulisan pada buku Mapel Budaya Melayu Riau (BMR) terbitan Inprasa.

    "Kebetulan tetangga saya anak SMP negeri kelas 3 SMP, dia bertanya, Benarkah Sekijang ini tempat kawin lari", ucap Fatma menirukan pertanyaan tetangganya.

    Mengetahui hal tersebut Fatmawati berkoordinasi dengan H.Ahmad Taridi, Kepala Desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, dan sempat H.Ahmad Taridi menduga Sekijang yang dimaksud bukan Sekijang yang ada diTapung, melainkan Sekijang mati yang ada di Pelalawan.

    "Tapi sekarang dibuku ini ditulis dengan jelas desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar", tegas Fatmawati menjelaskan.

    Dalam sambutannya dikantor LAM Riau siang tadi Fatmawati juga merasa geram dan kesal dengan beredarnya buku tersebut kesekolah dan diajarkan kesiswa tanpa melalui seleksi atau pemeriksaan dari LAM Riau, bahkan tanpa diketahui oleh berbagai pihak, seperti dinas pendidikan kota Pekanbaru.

    "Saat ditanyakan kedinas pendidikan kota, mereka tidak tau, dan buku ini tidak pernah masuk ke LAM, artinya tidak pernah melalui lulus seleksi, pemeriksaan, verifikasi dari LAM, tapi kenapa beredar kesekolah-sekolah, ini membuat kita semakin geram, buku ini diedarkan kesekolah, diajarkan kesiswa, apakah tidak ada pengawasan dalam pengadaan buku kesekolah", paparnya

    Senada dengan itu Ketua LAM Riau, Al Azhar mengatakan dalam penerbitan buku tersebut pihak penulis memang tidak ada koordinasi ataupun verifikasi dalam hal itu.

    LAM Riau juga tidak terima dengan penulisan buku yang ditulis secara serampangan dan tanpa data yang akurat tersebut.

    "Menyamakan desa Sekijang dengan Sekijang mati, ini menunjukkan bahwa buku ini ditulis secara serampangan dan tidak mempunyai kajian pasti dalam penulisan sebuah buku", ujar Al Azhar.

    Al Azhar juga menegaskan tak perlu ragu pada LAM Riau, sebab LAM Riau berada diposisi yang benar dan juga tidak terima atas penulisan buku itu.

    "Jadi jangan ragu lagi, Lembaga Adat ini berada diposisi yang benar, Lembaga Adat juga tidak terima dengan proses pembuatan buku ini", ujarnya.

    Al Azhar juga menambahkan LAM Riau sepakat untuk meminta buku yang terlanjur beredar agar ditarik, dan juga setuju apabila warga Sekijang ingin menempuh jalur hukum.

    "Lembaga Adat Melayu Riau sepakat dengan Datuk-datuk untuk meminta buku ini ditarik, kemudian kalau Datuk-datuk merasa terhina, merasa difitnah, Datuk-datuk mau teruskan itu kemasalah hukum, Lembaga Adat Melayu Riau setuju", tambahnya.

    Selain itu Al Azhar juga menyampaikan maaf atas kelalaiannya karna terlambat mengetahui isi buku tersebut.

    "LAM meminta maaf atas keabaian, kecuaian karna terlambat membaca buku tersebut", ujarnya.

    Selain Al Azhar, Ketua LAM Riau, dan beberapa orang lainnya, turut hadir Sapaat, Ketua Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) dan Amir Hamzah dari Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) Pekanbaru.

    Dan dari desa Sekijang juga hadir kepala desa Sekijang (H.Ahmad Taridi), Datuk Bendaro (Jhon Kenedi), Datuk Mangkuto (Yusran), Ninik Mamak (Saparudin), tokoh Pemuda Sekijang (Wal Asri) dan Basrul selaku aparat pemerintahan desa Sekijang.(Raf).



     
    Berita Lainnya :
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai
    02 Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi
    03 Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab
    04 Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional
    05 Bupati Siak, Syamsuar Buka Kegiatan Ekspos Bersama Program Tegak
    06 Ini Pesan Bupati Siak Syamsuar, Di Depan Para Da'i
    07 Danrindam IVDiponegoro Kolonel Inf Amrn Ibrahim, Lantik 304 Siswa Diktukbasus Babinsa
    08 Bupati Siak, Drs.H Syamsuar Msi Mengajak Masyarakat Untuk Hijrah ke Arah Yang Lebih Baik
    09 Diduga Camat dan Kepala Desa Mahato Kangkangi Keputusan Menteri
    10 Bupati Siak, Syamsuar Hadiri Reuni APDN, IPDN dan STPDN Yang Penuh Kekeluargaan
    11 Bupati Siak Terima Anugrah BAZNAS Award Tahun 2018 Dari Kementerian Agama RI
    12 Wakil Bupati Siak Alfedri Sambut Kepulangan 221 Jamaah Haji Kabupaten Siak
    13 Kenerja Bawaslu Kabupaten Siak Dinilai Lamban
    14 Ini Pesan Bupati Siak, Syamsuar Dalam Acara Penanaman 10.000 Pohon
    15 Bupati Siak, Syamsuar Resmikan Ekowisata Taman Berembang
    16 Polres Siak Gelar Pemusnahan Penyisihan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu-sabu
    17 Sat Res Narkoba Polres Rohul Behasil Membekuk Pelaku Yang Diduga Bandar Narkoba
    18 Festival Layang-layang Tradisional I se-Provinsi Riau Tahun 2018
    19 Wakil Bupati Siak, Alfedri Buka Pelaksanaan Kemah Bakti Kwaran Sungai Apit
    20 LPSE Kabupaten Siak, Sukses Raih 17 Standarisasi LKPP-RI
    21 11 Ekor Sapi Qurban di Sembelih Di Emplasmen PTP N 5 Sei Rokan
    22 PKS Sei Intan Diduga Cemari Aliran Sungai Desa Kembang Damai Hingga Sungai Rokan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI