Kamis, 16-08-2018 - 16:22:22 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
Kamis, 16-08-2018 - 16:22:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Lembaga Adat Melayu Riau kedatangan beberapa orang warga Sekijang dan Masyarakat Tapung lainnya terkait permasalahan buku mapel Budaya Melayu Riau untuk kelas IX SMP terbitan Inti Prima Aksara (Inprasa) yang memuat fitnahan terhadap desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, Kampar sebagai desa tempat persembunyian pasangan kawin lari, Kamis (16/8/2018) pagi.

    Fatmawati menyampaikan bahwa maksud kedatangan warga Sekijang dan beberapa masyarakat Tapung ini bertujuan untuk berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, juga meminta bantuan LAM Riau untuk menarik buku yang sudah terlanjur beredar.

    "Kami datang ke Lembaga Adat Melayu Riau ini ingin berkoordinasi, bersinergi dan bekerjasama, bahkan meminta bantuan LAM untuk penarikan buku ini, karna LAM punya hak untuk melakukan itu, sebab buku Budaya Melayu Riau harus melalui verifikasi LAM Riau", ucap Fatmawati.

    Fatmawati yang juga dosen di UIR ini menceritakan kronologis awal ditemukannya tulisan yang menjadi polemik itu bermula dari salah seorang tetangganya anak SMP kelas IX yang menanyakan tentang kebenaran tulisan pada buku Mapel Budaya Melayu Riau (BMR) terbitan Inprasa.

    "Kebetulan tetangga saya anak SMP negeri kelas 3 SMP, dia bertanya, Benarkah Sekijang ini tempat kawin lari", ucap Fatma menirukan pertanyaan tetangganya.

    Mengetahui hal tersebut Fatmawati berkoordinasi dengan H.Ahmad Taridi, Kepala Desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir, dan sempat H.Ahmad Taridi menduga Sekijang yang dimaksud bukan Sekijang yang ada diTapung, melainkan Sekijang mati yang ada di Pelalawan.

    "Tapi sekarang dibuku ini ditulis dengan jelas desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar", tegas Fatmawati menjelaskan.

    Dalam sambutannya dikantor LAM Riau siang tadi Fatmawati juga merasa geram dan kesal dengan beredarnya buku tersebut kesekolah dan diajarkan kesiswa tanpa melalui seleksi atau pemeriksaan dari LAM Riau, bahkan tanpa diketahui oleh berbagai pihak, seperti dinas pendidikan kota Pekanbaru.

    "Saat ditanyakan kedinas pendidikan kota, mereka tidak tau, dan buku ini tidak pernah masuk ke LAM, artinya tidak pernah melalui lulus seleksi, pemeriksaan, verifikasi dari LAM, tapi kenapa beredar kesekolah-sekolah, ini membuat kita semakin geram, buku ini diedarkan kesekolah, diajarkan kesiswa, apakah tidak ada pengawasan dalam pengadaan buku kesekolah", paparnya

    Senada dengan itu Ketua LAM Riau, Al Azhar mengatakan dalam penerbitan buku tersebut pihak penulis memang tidak ada koordinasi ataupun verifikasi dalam hal itu.

    LAM Riau juga tidak terima dengan penulisan buku yang ditulis secara serampangan dan tanpa data yang akurat tersebut.

    "Menyamakan desa Sekijang dengan Sekijang mati, ini menunjukkan bahwa buku ini ditulis secara serampangan dan tidak mempunyai kajian pasti dalam penulisan sebuah buku", ujar Al Azhar.

    Al Azhar juga menegaskan tak perlu ragu pada LAM Riau, sebab LAM Riau berada diposisi yang benar dan juga tidak terima atas penulisan buku itu.

    "Jadi jangan ragu lagi, Lembaga Adat ini berada diposisi yang benar, Lembaga Adat juga tidak terima dengan proses pembuatan buku ini", ujarnya.

    Al Azhar juga menambahkan LAM Riau sepakat untuk meminta buku yang terlanjur beredar agar ditarik, dan juga setuju apabila warga Sekijang ingin menempuh jalur hukum.

    "Lembaga Adat Melayu Riau sepakat dengan Datuk-datuk untuk meminta buku ini ditarik, kemudian kalau Datuk-datuk merasa terhina, merasa difitnah, Datuk-datuk mau teruskan itu kemasalah hukum, Lembaga Adat Melayu Riau setuju", tambahnya.

    Selain itu Al Azhar juga menyampaikan maaf atas kelalaiannya karna terlambat mengetahui isi buku tersebut.

    "LAM meminta maaf atas keabaian, kecuaian karna terlambat membaca buku tersebut", ujarnya.

    Selain Al Azhar, Ketua LAM Riau, dan beberapa orang lainnya, turut hadir Sapaat, Ketua Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) dan Amir Hamzah dari Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) Pekanbaru.

    Dan dari desa Sekijang juga hadir kepala desa Sekijang (H.Ahmad Taridi), Datuk Bendaro (Jhon Kenedi), Datuk Mangkuto (Yusran), Ninik Mamak (Saparudin), tokoh Pemuda Sekijang (Wal Asri) dan Basrul selaku aparat pemerintahan desa Sekijang.(Raf).



     
    Berita Lainnya :
  • Puluhan Tokoh Masyarakat Sekijang dan Tapung Datangi LAM Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI