Selasa, 29-01-2019 - 17:22:38 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Zesika Rozzalena Mendapat Medali Emas Cabor Pencak Silat Tingkat Provinsi Riau | | Upacara Memperingati Detik-Detik Proklamasi RI Di Kecamatan Kunto Darussalam Berjalan Baik, dan Lan | | Bupati Siak Alfedri Buka Acara Penyuluhan Bahanya Narkoba Bagi Pelajar | | Bupari Siak Afedri Tegaskan Generasi Muda Agar Tidak Terpengaruh Narkoba | | Ka Kwarcab Alfedri Pimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke 58 di Kabupaten Siak | | Mahasiswa UNRI Sosialisasi Cara Pembuatan Cookies Ampas Kelapa dan Selai Nenas
 
Hakim Anggota, Mahyudin Bentak 9 Panitia Penerimaan Siswa Baru
Sidang Lanjutan Pungutan Seragam Sekolah SMPN 5 Mandau
Selasa, 29-01-2019 - 17:22:38 WIB

TERKAIT:
 
  • Sidang Lanjutan Pungutan Seragam Sekolah SMPN 5 Mandau
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Sidang mengenai kasus tindak pidana korupsi seragam sekolah dengan terdakwa kepala sekolah, Rosmiati kembali digelar oleh pengadilan tipikor dengan agenda keterangan saksi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan delapan orang guru dan satu karyawan SMPN 5 Mandau, kabupaten Bengkalis sebagai saksi, Selasa (29/1/2019) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau.

    Kesembilan saksi dari panitia penerimaan murid baru tahun 2018-2019 SMPN 5 mandau tersebut yaitu, Alwijan (guru), Nurhayati ASN (guru), Muarnis (guru), Zakinah (guru), Alismayeti (guru), Taufiq (honor guru), Fera (honor guru), Tengku Ernizal (honor TU), dan Sundrawati karyawan honor di sekolah tersebut.

    Dalam persidangan itu dipimpin hakim ketua, Dahlia dan hakim anggota Mahyudin. Kesembilan saksi dinilai berdalih tidak mengetahui dengan semua pertanyaan yang diajukan. Hal itu membuat hakim anggota, Mahyudin meradang kemudian ia membentak para saksi dan sempat memukul meja.

    Dari pengakuan para saksi-saksi, mereka panitia penerimaan siswa baru tahun 2018-2019 di SMPN 5 Mandau. Namum saat ditanya oleh hakim ketua, Dahlia soal ketentuan seragam sekolah kepada salah satu saksi, saksi Alwijan mengatakan tidak tahu menahu dan ia juga mengaku dan ia juga mengaku tidak mengetahui soal penjahitan baju seragam sekolah tersebut.

    Hakim ketua, Dahlia sempat heran, padahal mereka adalah panitia penerimaan siswa baru yang seharusnya saksi mengetahui tentang persyaratan dan ketentuan seragam sekolah yang akan dipakai oleh siswa. Tak hanya saksi Alwijan saja yang tidak mengetahui,  saksi saksi lain juga mengaku tidak mengetahui soal seragam sekolah tersebut.

    Hakim anggota, Mahyudin yang menilai ada kejanggalan dan para saksi tidak memberikan keterangan secara jujur sehingga ia meradang dan membentak para saksi.

    "Semua para saksi ini orang-orang pintar, tetapi kenapa disini (red pengadilan) seperti orang linglung. Kami juga punya anak, dan rata-rata anak kami serahkan ke sekolah. Masak panitia tidak tau apa-apa, apa gunanya panitia," bentak hakim anggota, Mahyudin.

    Namun ketika saat salah seorang saksi (guru)  hendak memotong pembicaraan hakim, lagi-lagi Mahyudin marah dengan mengatakan, "Diam" kepada saksi. Mahyudin meminta kepada para saksi agar memberikan keterangan secara jujur, sebab keterangan mereka sangat berarti untuk kelanjutan hukum terhadap kepala sekolah yang sudah menjadi terdakwa.

    "Saksi harus jujur, kepala sekolah sudah jadi terdakwa bukan tersangka. Semuanya kan sudah dijelaskan oleh penyidik polisi, ini tidak tahu semua," cetus Mahyudin.

    Lebih lanjut Mahyudin mengatakan bahwa semua sekolah ada aturannya soal seragam sekolah. Soal beli disekolah itu tidak masalah, namun tidak ada unsur paksaan.

    Yang jadi masalahnya ialah harga baju seragam sekolah tersebut Rp100ribu dibuat menjadi Rp200ribu dan dipaksa untuk membeli," tegas Mahyudin. 

    Seperti diketahui kepala sekolah SMPN 5 Mandau, Rosmiati beserta kepala Tata Usaha yang berstatus honorer menjadi terdakwa tindak pidana korupsi dengan modus mewajibkan siswa baru membayar uang seragam sekolah sebesar Rp1,4juta persiswa.

    Selanjutnya di dakwa melakukan pungutan uang terhadap 19 siswa pindahan dengan jumlah berpariasi dari Rp1juta hingga Rp2,5juta.

    Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat dengan pasal 12 huruf e jo dan pasal 12 b UU RI nomor 31 Tahun 1990 sebagaimana sudah dirubah dan ditambah UU RI nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi. (fer)



     
    Berita Lainnya :
  • Sidang Lanjutan Pungutan Seragam Sekolah SMPN 5 Mandau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Zesika Rozzalena Mendapat Medali Emas Cabor Pencak Silat Tingkat Provinsi Riau
    02 Upacara Memperingati Detik-Detik Proklamasi RI Di Kecamatan Kunto Darussalam Berjalan Baik, dan Lan
    03 Mahasiswa UNRI Sosialisasi Cara Pembuatan Cookies Ampas Kelapa dan Selai Nenas
    04 Bupari Siak Afedri Tegaskan Generasi Muda Agar Tidak Terpengaruh Narkoba
    05 Antisipasi Bencana Karlahut dan Kabut Asap, Pemkab. Meranti Akan Gelar Sholat Istisqo
    06 Bupati Siak Alfedri Buka Acara Penyuluhan Bahanya Narkoba Bagi Pelajar
    07 Ka Kwarcab Alfedri Pimpin Apel Besar Hari Pramuka Ke 58 di Kabupaten Siak
    08 Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan
    09 Bupati Siak Alfedri Pimpin Apel Senin Bersama Seluruh Pimpinan OPD dan ASN
    10 Karyawan PTPN 5 Sei Rokan ikut Berkorban 11 ekor Sapi
    11 Sambut Idul Adha 1440 H, Polres Siak Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Delapan Sapi
    12 Bupati Siak Alfedri, Naik Helikoter Panatau Karhutla Di Rawang Air Putih dan Tasik Betung
    13 29 Mesjid dan Mushalla Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha 1440 H
    14 BAZNAS Bintan Kepri Kunker ke BAZNAS Kab Siak
    15 MK Tolak Gugantan PDIP, KPU Siak Menunggu Surat Keputusan KPU Pusat
    16 Wabup H. Said Hasyim Lantik 111 Pejabat Eselon II, III dan IV Dilingkungan Pemkab Meranti
    17 Bupati Siak Hadiri Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan Tahun 2019
    18 Pemkab Diduga Bertanggung Jawab Atas Mangkraknya RSUD Rohul, AMPUN-Rohul Gelar Aksi Ujuk Rasa
    19 Wanita Cantik Diduga Bandar Narkoba Berhasil Dibekuk Sat Res Narkoba Polres Siak
    20 September Mendatang, 13 Tim Dari 10 Negara Berebut Podium Tour De Siak 2019
    21 Wabup Meranti Pimpin Apel Pagi di Kantor Satpol PP, Cek Pasukan dan Beri Arahan
    22 Polsek Bangko Kembali Menangkap 2 Orang Diduga Badar Sabu Dalam Waktu 24 Jam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI