Kamis, 14-02-2019 - 21:56:18 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Bupati Rokan Hulu Hadiri Tabligh Akbar HUT Ke 36 Muara Jaya | | Wakil Bupati Melawi Hadiri Muscab MPC PP dan Pelantikan Pengurus DPC Srikandi dan PC Sapma PP Melawi | | Siti Rolijah dan Mia Esa Audina Siswa SMAN 1 Lubuk Dalam Juara Lomba Pidato dan Karya Tulis Ilmiah | | Andy Minta Alfedri Agar Segera Turun Kelokasi Untuk Meninjau Langsung Pekerjaan Cagar Budaya Daerah | | Hari ini, 2 Hotspot Yang Terpantau di Kabupaten Pelalawan | | Guna Mewujudkan Informasi Yang Akurat, Terpercaya Untuk Menangkal Isu dan Hoax
 
Terkait Fitnahan Terhadap Desa Sekijang Sebagai Desa Tempat Orang Kawin Lari
LAKTA Enggan Memberikan Komentar
Kamis, 14-02-2019 - 21:56:18 WIB

TERKAIT:
 
  • LAKTA Enggan Memberikan Komentar
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Desa Sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar tak hanya sekedar tempat dilangsungkannya acara Silahturahmi Masyarakat Sungai Tapung (SMST) yang ketiga, melainkan juga sekaligus menjadi tempat dikukuhkannya Lembaga Adat Kenegrian Tapung (LAKTA) pada Sabtu, tanggal 19 Januari 2019 lalu.

    Namun jauh sebelum itu desa Sekijang ini juga sempat menjadi perbincangan hangat di Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) lantaran adanya fitnahan yang ditulis dibuku Mata Pelajaran Budaya Melayu Riau (Mapel BMR) terbitan Inprasa tentang sejarah desa Sekijang sebagai tempat persembunyian orang kawin lari.

    Setelah dilakukan koordinasi dan mediasi beberapa kali di kantor LAM Riau pada beberapa bulan lalu permasalahan ini seperti sepi dan tak ada kelanjutannya lagi.

    Saat delikriau.com mengkonfirmasi terkait permasalahan tersebut kepada Kepala desa Sekijang, H.Ahmad Taridi mengatakan sejauh ini buku yang mengandung fitnahan itu mungkin sudah ditarik oleh penerbit dari peredaran, namun permintaan maaf secara tertulis dari penerbit belum juga mereka dapatkan.

    "Buku itu mungkin sudah ditarik oleh penerbit dari peredaran, soalnya kami sudah tidak menemukan buku itu lagi dibeberapa toko yang kami tanyai, namun sampai saat ini setau saya belum ada permintaan maaf secara tertulis dari pihak penerbit terkait masalah itu," jelas Taridi saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (14/02/2019).

    Taridi juga mengatakan bahwa sampai saat ini memang belum ada langkah untuk melanjutkan permasalahan tersebut, meskipun para Ninik Mamak desa Sekijang masih mengharapkan adanya permintaan maaf dari penerbit.

    "Sampai saat ini memang belum ada dibuat langkah baru, namun Ninik Mamak berharap ada permintaan maaf dari pihak penerbit," jelasnya.

    Ia juga menambahkan, jika ada waktu luang nanti akan melanjutkan permasalahan tersebut, dan jika kembali didapati bukti buku Mapel BMR tersebut masih dipergunakan di sekolah-sekolah, maka akan dilaporkan kepihak yang berwajib.

    "Kalau ada waktu yang agak lapang nanti akan diurus lagi, dan nanti kami akan cek lagi di sekolah-sekolah, dan kalau terbukti masih dipakai di sekolah-sekolah, rencananya kami akan melaporkan pihak penerbit dan penulis kepihak yang berwajib," tambahnya.

    Dan hingga berita ini diturunkan, LAKTA sebagai Lembaga Adat Tapung yang baru dikukuhkan di desa Sekijang itu sendiri sampai saat ini belum memberikan tanggapan apapun terkait permasalahan tersebut, meskipun Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAKTA, H.Sarkawi sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp.

    Demikian juga halnya dengan Zulfahmi, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) yang mengomandoi LAKTA, hingga sampai saat ini belum memberikan jawaban langkah atau tindakan apa yang akan dilakukan LAKTA terkait permasalahan tersebut. (Raf)



     
    Berita Lainnya :
  • LAKTA Enggan Memberikan Komentar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Rokan Hulu Hadiri Tabligh Akbar HUT Ke 36 Muara Jaya
    02 Wakil Bupati Melawi Hadiri Muscab MPC PP dan Pelantikan Pengurus DPC Srikandi dan PC Sapma PP Melawi
    03 Siti Rolijah dan Mia Esa Audina Siswa SMAN 1 Lubuk Dalam Juara Lomba Pidato dan Karya Tulis Ilmiah
    04 Bupati Siak Kukuhkan 17 Upz Mesjid Se Kec. Mempura
    05 Hari ini, 2 Hotspot Yang Terpantau di Kabupaten Pelalawan
    06 Rapat Perdana Forkompinda Riau, Alfedri Laporkan Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019
    07 Andy Minta Alfedri Agar Segera Turun Kelokasi Untuk Meninjau Langsung Pekerjaan Cagar Budaya Daerah
    08 Ketua DPRD Siak Ucapkan selamat atas dilantiknya Bupati Siak Drs. Alfedri
    09 Alfedri, Si Bocah Penjala Ikan Itupun Kini Jadi Bupati
    10 Drs H Alfedri Resmi Dilantik Sebagai Bupati Siak Oleh Gubernur Riau
    11 Musrembang Tingkat Kabupaten Pemkab Rohul Prioritaskan Empat Pembangunan
    12 Jangan Pilih Saya Kalau Menjadi Perkelahian
    13 Reses Perdana H. Hasmar tahun ini Dihadiri Ratusan Masyarakat
    14 WFD Menyerahkan Sertifikat Operator Alat Berat dan AK3 Umum Kepada 138 Tenaga Kerja Di Riau
    15 Mukhtar Fanani Resmi Dilantik PAW Anggota DPRD Siak Menggantikan Suratmaji
    16 Guna Mewujudkan Informasi Yang Akurat, Terpercaya Untuk Menangkal Isu dan Hoax
    17 Sekda Pemkab Siak, Hadiri Rakornas Investasi 2019 di Banten
    18 Plt Bupati Siak Alfedri Hadiri Acara Pasar Rakyat Award 2019
    19 TP. PKK Desa Ngaso Suntik Rabies Pada Hewan Peliharaan
    20 Sat Res Narkoba Polres Siak, Berhasil Mengamankan Dua Pria Diduga Pelaku Narkotika Di Perawang
    21 ULP Meranti Gelar Bimtek Pengadaan Aplikasi SiRUP
    22 USBN Di SMK N 1 Ujungbatu Berjalan Baik dan Lancar
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI