Selasa, 07-04-2020 - 18:11:56 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Remaja Mesjid BKPRMI Pelalawan Memberikan Bantuan Terhadap Para Korban Kebakaran | | 9 Unit Rumah Ludes Dilalap Api Di Pangkalan Kerinci | | Menuju Even Porprov, KONI Gelar Rapat Koordinasi Perdana Tahun 2020 | | Kabar gembira, Satu lagi Warga Kabupaten Siak Positif Covid-19 Telah Dinyatakan Sembuh | | Bupati Siak Alfedri Sambangi Pembangunan Ruang Kelas Pondok Pesantren Riyadussholihin Kerinci Kanan | | Bupati Alfedri Apresiasi Dukungan Pansus DPRD Siak
 
Polda Riau tangkap 5 pelaku jaringan Illegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara 2,4 Milyar rupiah
Selasa, 07-04-2020 - 18:11:56 WIB

TERKAIT:
 
  • Polda Riau tangkap 5 pelaku jaringan Illegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara 2,4 Milyar rupiah
  •  

    PEKANBARU, DELIKRIAU - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau di akhir bulan Maret 2020 berhasil mengungkap kembali 5 pelaku jaringan pencurian minyak mentah (illegal taping) antar provinsi. Sebelumnya di bulan Nopember 2019, Polda Riau juga mengungkap kasus serupa.

    Komplotan pencuri minyak mentah ini menggunakan modus operandinya berpura-pura membuka warung makanan sebagai kamuflase dalam menjalankan aksinya. Caranya, menggali dan mengebor pipa jaringan milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan memasang kran maupun selang di Jalan Lintas Riau-Sumatera Utara PKM 12.125, Dusun Karya RT 17, Kelurahan Banjar XII, Tanah Putih, Rokan Hilir. 

    "Pencurian minyak mentah atau illegal tapping ini sangat merugikan negara dengan perkiraan kerugian Rp 2,4 miliar. Pelaku menjual minyak mentah hasil kejahatannya ke perusahaan penampung di kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara," ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, SH, MSi melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (07/04/2020). 

    Pengungkapan illegal tapping ini, tutur Kabid Humas Kombes Sunarto, merupakan komitmen Polda Riau dalam menjaga dan mengamankan iklim investasi sesuai perintah Presiden Joko Widodo. 

    Kombes Sunarto mengatakan kerumah pelaku memiliki peran dan fungsi berbeda-beda. Tersangka pertama, IS alias Irfan (27), pemilik warung digunakan sebagai kamuflase untuk mengebor dan memasang selang ke pipa jaringan minyak PT CPI. Tak hanya itu, IS  juga berperan memantau pergerakan petugas sekuriti PT CPI yang berpatroli mengecek jaringan pipa. Tersangka kedua, tutur Kombes Sunarto, RT alias Ridwan (45), bertugas sebagai sopir truk tanki pengangkut minyak mentah. 

    "Dari kedua tersangka polisi menyita selang, satu unit truk tanki, dan beberapa jenis barang bukti lainnya," jelas Kombes Pol Sunarto. 

    Dari penangkapan keduanya, jelas Sunarto, polisi mengembangkannya dengan menangkap M alias Alan (42) di Mandau, Bengkalis, Riau. M ini bertugas menggali tanah dan memasang selang minyak disalurkan ke truk tangki. Disita juga satu unit alat bor, selang dan satu set kabel las.

    "Dari ketiganya, kita kembangkan hingga ke Tanjung Gusta, Deli Serdang, Sumatera Utara dengan menangkap ZH alias Zulfa, pecatan sekuriti mitra CPI sebagai koordinator lapangan. Sebagai Korlap, ia bertugas mengebor pipa dan membayarkan uang setiap bongkar ke pelaku lainnya," jelas Kabid Humas.

    Sementara itu, Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, SH, SIK, MSi mengatakan, ketiga pelaku sudah sering beraksi mencuri minyak mentah, selama tiga bulan terakhir, Januari-Maret 2020. Ketiganya beraksi sebanyak 3 kali di lokasi yang sama kemudian dikirim dan dijual ke kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. 

    "Minyak yang dicuri dijual ke PT FTA, kemudian digunakan sebagai bahan bakar industri aspal/ Semen cor. Perusahaan tersebut tak hanya menampung dari komplotan ini, diduga juga dari kelompok lainnya," kata Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.  

    Pada saat menggerebek gudang milik PT FTA, di Desa Manunggal, Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Polda Riau menangkap pelaku kelima berisinisial JS alias Junjungan sebagai penanggung jawab lapangan PT FTA. 

    Dari pelaku JS, jelasnya, terungkap ia berperan menyiapkan kendaraan truk tangki tronton untuk membawa minyak mentah curian. Tak hanya itu, JS juga memberikan uang operasional kepada sopir truk RT alias Ridwan. 

    "Di gudang tersebut berhasil disita 20 tangki duduk dengan kapasitas masing-masing 27 ton minyak mentah serta drum-drum digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan dan sekaligus sebagai lokasi pengendalian operasional PT FTA," jelas Zain Dwi Nugroho. 
     
    Ia menjelaskan, akan terus mengembangkan kasus ini guna penyelidikan terhadap kelompok lainnya, termasuk memburu dua pelaku belum tertangkap. Keduanya saat ini Sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk OP alias Obaja, petinggi PT FTA.

    "Sedangkan lima pelaku yang tertangkap dipersangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun," pungkasnya. (raf)



     
    Berita Lainnya :
  • Polda Riau tangkap 5 pelaku jaringan Illegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara 2,4 Milyar rupiah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Remaja Mesjid BKPRMI Pelalawan Memberikan Bantuan Terhadap Para Korban Kebakaran
    02 9 Unit Rumah Ludes Dilalap Api Di Pangkalan Kerinci
    03 Kabar gembira, Satu lagi Warga Kabupaten Siak Positif Covid-19 Telah Dinyatakan Sembuh
    04 Menuju Even Porprov, KONI Gelar Rapat Koordinasi Perdana Tahun 2020
    05 Investor Sambut Baik Rencana Balon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis AMAN Kembangkan Sektor Maritim
    06 Ketua Komisi II DPRD Siak Kecewa Terhadap PT DSI
    07 Pemerintah Kecamatan Tualang Gelar Rapat sosialisasi New Normal Percepatan Penanganan Covid-19
    08 Satu Santri Klaster Magetan Positif Covid-19 Telah Dinyatakan Sembuh
    09 Ketua DPRD Pelalawan Adi Sukemi Berikan Bantuan ke Masyarakat
    10 Kades Herman Ucap Terima Kasih, PT SAR Serahkan Bantuan Mobiler Untuk SDN 005 Desa Kiyap Jaya
    11 Kapolres Pelalawan Serahkan Bantuan 10 Ton Beras
    12 PAN Siak Lakukan Video Conference Dengan DPP PAN se Sumatra dan Jawa
    13 Bupati Alfedri Apresiasi Dukungan Pansus DPRD Siak
    14 Pemerintah Desa Pakning Asal Salurkan Bantuan BLT DD Kepada 157 Orang Warganya
    15 Polsek Tualang Berhasil Tangkap Pelaku Pencurian Uang Tunai Dalam Kotak Infaq Di Mesjid Raudhah
    16 4 Kali Beraksi, Komplotan Curas Dibekuk Polisi Di Kecamatan Bangko Rohil
    17 Bupati Siak Alfedri Sambangi Pembangunan Ruang Kelas Pondok Pesantren Riyadussholihin Kerinci Kanan
    18 Tertangkap sudah pelaku pembunuhan bersenpi rakitan yang di tembak keleher korban
    19 Pemkab Pelalawan Perpanjang PSBB, Tahap II Penindakan Diefektifkan
    20 Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, PAC PP Bukit Batu Salurkan 70 Paket Sembako Ke Warga
    21 KNPI Bukit Batu Salurkan 95 Paket Pangan
    22 Bertambah 1 Orang lagi Dari Menpura PDP Covid-19 di Siak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI