Kamis, 07-02-2019 - 23:32:19 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Sekda Siak : Pemkab Siak sangat menyambut baik pesan yang di sampaikan Kepala BNPB RI
Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
Kamis, 07-02-2019 - 23:32:19 WIB

TERKAIT:
 
  • Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
  •  

    SIAK, DELIKRIAU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Doni Monardo sebut kehadiranya di Riau atas instruksi presiden Joko Widodo, dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. 

    Riau termasuk daerah rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan, namun selama  tiga tahun terhakir. Kabut asap tidak lagi menyelimuti awan Riau. Artinya ada upaya dari semua di Riau simpatik terhadap alam.

    "Kita bisa menghemat uang negara mana kala jika kita mencegah, karena kalau sudah terjadi kebakaran biaya pemadamannya pasti akan lebih besar," kata Doni Monardo di Balai Serindit kediaman gubernur Riau, kamis (7/2/2019) malam.

    Kebakaran hutan pada tahun 2015 lalu, Menjadi pelajaran bagi kita semua, negara di rugikan lebih 220 triliun rupiah. Sehinga kehadirannya di Riau menyampaikan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan di bumi lancang kuning, lebih baik mencegah dari pada terlanjur terjadi. 

    "Kita tidak mau di sebut lagi sebagai daerah pengekspor asap oleh negara tetangga, malu kita, kita diangap tidak bisa menjaga lingkungan," tegasnya. 

    Langkah yang tepat mencegah karhutla mengedukasi masyarakat tentang bahaya karhutla, melalui pendekatan tokoh adat, agama, masyarakat para ulama, pastor, pendeta menyampiakan pesan kepada jamaahnya agar pentingnya menjaga alam. 

    "Melalui pendekatan dengan tokoh agama, tokoh, adat, tokoh masyarakat dan para ulamah harapan saya melalui kutbah bisa mengingatkan umat agar menjaga alam, kalau kita menjaga alam, alam akan menjaga kita," pesannya. 

    Terjadinya pengurangan angka temuan hot spot (titik api) diriau pada 2016,2017 dan 2018 patut di syukuri ini berkat kerja keras BPBD semua daerah, dan aparat TNI dan Polri  bersama-sama terlibat langsung dalam upaya pemadan api ini tetap di pertahankan pada tahun 2019.

    Sementara itu Sekretaris Daerah kabupaten Siak Tengku Said Hamzah usai acara saat di temui mengatakan, kehadiran kepala BNPB di Riau membawa pesan presiden pertama mewaspadai musim kemarau yang datang lebih awal, pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Persiapan mengatasi karhutla harus segera di mulai, jangan nunggu kebakaran dulu. 

    "Kita sangat menyambut baik pesan yang di sampaikan pak Doni, dalam mengatasi karhutla. Upaya kita dalam mencegah karhutla dengan cara melibatkan masyarakat sadar peduli kebakaran, menjaga lahan gambut agar tetap basah dengan cara melakukan sekat kanal. Alhamdulillah, ini terbukti tiga tahun terakhir titik api di Siak hanya sedikit yang terpantau," ungkanya. 

    Upaya menjaga kahutla pemkab Siak telah bekerjasam dengan semua pihak memberikan peralatan pemadam kebakaran kepada masyarakat peduli api. Serta upaya memberikan pemahaman karhutla kepada seluruh lapisan masyarakat.

    "Untuk mencegah karhutla kita sudah bekerjasama kepada semua pihak, baik bersama prusahaan, masyarakat, pihak kepolisian dan TNI, serta memberikan peralatan pemadam kebakaran kepada setiap kampung," harapnya.

    Tengku Said Hamzah menghimbau kepada semua masyarakat kabupaten Siak, saat ini sudah musim kemarau, masyarakat dan perusahaan agar waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan. Mari mencegah sebelum terbakar karena dampak dari karhutla yang di timbulkan cukup besar. 

    Merupakan kebahagiaan beberapa tahun terhakir Riau khususnya terhindar dari kabut asap. (fer)



     
    Berita Lainnya :
  • Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI