Jumat, 11-10-2019 - 15:10:54 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Belum Genap Dua Bulan Menjabat Sebagai Kapolres Kampar, AKBP Asep Darmawan Dicopot Dari Jabatannya | | Dongkrak Minat Baca, Rasidah Kukuhkan Bunda Literasi kecamatan dan Kampung | | Alfedri Ajak Bapekam dan Pemerintah Kampung Harus Bersinergi | | Gubernur Riau Realisasikan Dana Desa 200 Juta | | Hari ini, DPMK Mendistribusikan Logistik Keperluan Pilpeng | | Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi Gelar Reses Perdana Tahun 2019 di Kampung Sri Gemilang
 
Hari Kedua Festival Kabupaten Lestari
Sepakat Bersama Cegah dan Lawan Karhutla
Jumat, 11-10-2019 - 15:10:54 WIB

TERKAIT:
 
  • Sepakat Bersama Cegah dan Lawan Karhutla
  •  

    SIAK, DELIKRIAU - Memasuki hari kedua Festival Kabupaten Lestari. sejumlah kepala daerah yang tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari hadir dalam bincang lestari, Jumat pagi (11/10/2019) di Gedung Daerah Kabupaten Siak, Riau. 

    Selain Bupati Siak H Alfedri yang juga Sekjen LTKL, hadir juga Bupati Musi Banyuasin Dodi Riza, dan sejumlah wakil dari anggota LTKL dan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

    Keresahan karena ada enam daerah anggota LTKL yang lahannya terbakar, Siak, Rohul, Batanghari, Muba, Sanggau dan Sintang.

    Momen Festival Kabupaten Lestari ini, dimanfaatkan untuk mencarikan solusi terbaik agar tidak ada lagi kebakaran di lahan gambut di masa yang akan datang.

    Sebagaimana dijelaskan Bupati Siak, pihaknya saat ini memang fokus terhadap pencegahan, diantaranya menyiapkan mesin portabel di desa desa yang rawan karhutla. 

    “Karena luasnya lahan gambut di Siak ini, memang harus kami sikapi dengan sangat bijak. Bagaimana ke depan tidak terjadi lagi. Makanya kami mengeluarkan anggaran Rp24 juta untuk setiap kampung dan di dalamnya ada lima personel Masyarakat Peduli Api,” ungkapnya.

    Sejak 2016 hingga kini terjadi penurunan karhutla di Siak. Dan karhutla bukan pada lahan yang baru dibuka tetapi sawit yang kurang terawat. Bahkan pada 2019 ini, Pemkab Siak bersama semua elemen berjuang agar karhutla dapat diatasi dengan baik dan tidak merugikan pihak lain.

    “Kami dapat bernafas lega, dari September tidak ada lagi karhutla. Kami telah membuat 
    sekat kanal dengan alat berat dan menyiapkan embung, sehingga terblok kebakaran hutan,” jelasnya.

    Alat berat yang ada di Distarukim Siak PC 200 sementara yang diperlukan adalah PC 100. Makanya pada APBDP ini, Pemkab Siak membeli dua unit PC 100, untuk mempermudah mobilitas alat berat masuk ke lahan gambut.

    Sementara Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, pada
    2016-2018, tidak pernah ada karhutla. Sintang posisinya di tengah. 

    “Kalau ada karhutla kami mau ke mana dan ini memalukan karena sebelahnya ada Kuching dan Singapura,” katanya.

    Meledaknya pada 5 September lalu, ada 699 titik di konsesi kehutanan, di kebun. Sementara luas Sintang 200 ribu kilometer per segi.

    Aturan membakar lahan tidak boleh lebih dari dua hektare dan lahan yang terjaga dari karhutla dapat Rp150 juta tidak banyak membantu.

    Masalah karhutla tidak pernah selesai. Tekanan dari pemerintah pusat dan NGO membuat sejumlah kepala daerah harus mencari formula. LTKL adalah satunya dan diharapkan yang tergabung dalam LTKL dapat konsen akan hal ini, sehingga ada solusi jangka panjang bagaimana gambut tak lagi terbakar.

    Problem karhutla di hutan dan kebun, perlu disiapkan opsi lain. Seperti tata cara membuka lahan harus dengan agro sosio forestry.

    “Kita juga tidak bisa sendiri, ada konservasi dan melibatkan masyarakat adat. Harus diatur, sehingga tidak lupa dan minta masukan dari berbagai pihak agar tidak terjadi kembali,” urainya.

    Surya anggota  Lingkar Temu Kabupaten Lestari,  memjelaskan saat ini 
    sawit tumbuh subur, di lahan gambut, keberanian presiden dengan Inpres menurutnya sangat tepat.

    Ini sebuah kabar baik bagi pasar minyak sawit  secara global. Indonesia akan mengusai ekspor sawit.

    Ada 1,7 orang miskin yang hidup di sekitar kawasan hutan.
    Inpres ini jalan masuk untuk izin izin bermasalah dan Gubenur Riau buat satgas penanaman sawit ilegal.

    Bisa mendata siapa memiliki kebun, luasnya, statusnya. Izin sehingga dapat diketahui keuntungan nasional 
    tata kelola sawit.

    “Bersama kita bisa perbaiki tata kelola untuk Indonesia lebih baik,” sebutnya.

    Sementara Dodi Riza sangat yakin, dengan bersatunya anggota LTKL, apa yang diharapkan bersama cegah dan bebas karhutla dapat tercapai. (fer) 



     
    Berita Lainnya :
  • Sepakat Bersama Cegah dan Lawan Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Belum Genap Dua Bulan Menjabat Sebagai Kapolres Kampar, AKBP Asep Darmawan Dicopot Dari Jabatannya
    02 Hari ini, DPMK Mendistribusikan Logistik Keperluan Pilpeng
    03 Bupati Siak Tutup Serindit Boat Race,Kota Bekasi duduki peringkat Pertama
    04 Bupati Siak mengikuti Jalan Santai dalam Rangka HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019
    05 Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si menghadiri Acara Pelantikan Pengurus IKMR
    06 Alfedri Ajak Bapekam dan Pemerintah Kampung Harus Bersinergi
    07 Gubernur Riau Realisasikan Dana Desa 200 Juta
    08 Dongkrak Minat Baca, Rasidah Kukuhkan Bunda Literasi kecamatan dan Kampung
    09 Tak Terima Ditangkap Densus 88, Istri Terduga Teroris Ancam Polisi: Awas kalau Tak Terbukti
    10 Sekda Siak Pukul Tambur Opening Ceremony Event Siak Internasional Serindit Boat Race 2019
    11 Polsek Bangko Kembali Berhasil Ungkap Tindak Pidana Narkotika
    12 Polsek Bangko Kembali Menangkap Diduga 3 Pelaku Bandar Sabu
    13 Komisi I DPRD Meranti Gelar Raker Bersama DPMD, Bahas Persoalan Desa
    14 Genjot Penerimaan Pajak dan Retribusi, Komisi II DPRD Meranti Gelar Raker Bersama BPPRD
    15 Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi Gelar Reses Perdana Tahun 2019 di Kampung Sri Gemilang
    16 Ekspose Kasus Narkoba Polres Rohul Ungkap 30 Kasus Pelaku 40 Orang
    17 OCD Di SDN 1 Suak Lanjut & Kunjungan Ketua DPRD Siak Dan Anggota Di SMPN 1 Suak Lanjut
    18 Pemkab Rohil Kembangkan Sektor Pertanian, Angkat Perekononian Masyarakat
    19 Pembagunan Insfratruktur Jalan Dan Jembatan Daerah Pesisir Menjadi Skala Prioritas Pemkab Rohil
    20 Reses Perdana Suryono, Warga Minas Barat Keluhkan Pengadaan Sarana Pendidikan Dan Air Bersih
    21 Wakil Ketua DPRD Siak Fairus Meninjau Langsung SDN Teluk Rimba
    22 Hj. Sri Rahayu terpilih Ketua Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI