Minggu, 05-05-2019 - 19:59:48 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Gubernur Riau Bersama Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Karhutla di Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pela | | Apul Sihombing Besok Akan Ambil Formulir Pendaftaran Di Kantor PDI Untuk Pencalonan Pilkada Pelalawa | | Bupati Meranti Pembina Upacara Hari Kesadaran Nasional dan Perhubungan Tahun 2019 | | Bupati Meranti Buka Diklat BST Angkatan XXV Gelombang V Tahun 2019 | | Bupati Alfedri Buka Musda III IKMR Kabupaten Siak | | Kapolri dan Panglima TNI Patroli Udara Tinjau Karhutla Di Kab Pelalawan
 
Bupati Rohul: Ini Simbolis Membersihkan Diri untuk Bulan yang Suci
Bupati Rohul Laksanakan Potang Balimau Bersama Ribuan Masyarakat
Minggu, 05-05-2019 - 19:59:48 WIB

TERKAIT:
 
  • Bupati Rohul Laksanakan Potang Balimau Bersama Ribuan Masyarakat
  •  

    ROKANHULU, DELIKRIAU - Kepala Rokan Hulu (Rohul), H. Sukiman, mengikuti tradisi Potang Bolimau, menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah di area Water Front City Pasirpangaraian, Kecamatan Rambah, Distrik Rokan Hulu (Rohul), Minggu sore (05/05/2019) di Kompleks Water Front City, di tepi Sungai Batang Lubuh, Rokan Hulu, Riau.

    Kegiatan Gerabah Balimau adalah tradisi yang memiliki arti pemurnian diri. Kegiatan ini juga didorong oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu Sukiman, Sekretaris Rohul, H. Abdul Haris, Ketua Tim Penggerak PKK Rohul, Hj. Penny Herawati, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.


    (H.Sukiman bersama Bombongan Tiba di Lokasi Pujasera Tempat Pirang Balimau)

    Hadir pula para pemimpin Forkompinda, pemimpin OPD di lingkungan Rokan Hulu, termasuk Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Yusmar, Kepala Dharma Wanita Persatuan Rohul, Hj. Neti Herawati, seorang tokoh agama, seorang pemimpin di sana, dan undangan lainnya.

    Sebelum acara, Bupati Rokan Hulu Sukiman dan rombongan diarak dari Masjid Jami 'Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, oleh 20 kelompok rebana dari berbagai kecamatan. Setibanya di acara tersebut, Bupati disambut dengan seni pencak silat.


    (Bupati Rohul H.Sukiman bersama Rombongan di Arak Masyarakat Menuju Tempat Pirang Balimau)

    (Sukiman di dampingi istri Hj.Peni dan Sekda Abdul Haris beserta istri sedang duduk)

    (H.Sukiman di dampingi istri Hj.Peni Sjuman beserta sekda dan rombongan sedang berdoa)

    Selain itu, Bupati Rokan Hulu Sukiman, bersama dengan Kantor Bupati Kabupaten Rohul, pertama kali melepaskan merpati sebagai simbol ketulusan untuk saling memaafkan kesalahan masing-masing.


    (H.Sukiman bersama Sekda Abdul Haris bersama Rombongan Memegang Burung Merpati Untuk di Lepas Pertanda Pirang Balimau di Buka)

    (H.Sukiman di Dampingi Istri, dan Sekda di Dampingi Istri Sedang Memegang Burung Merpati Untuk di Lepas)

    Ramuan tradisi Balimau dilakukan dengan mengetuk air jeruk nipis yang dicampur ke kepala sebagai simbol pemurnian diri. Di Rokan Hulu, tradisi ini selalu dipertahankan setiap tahun.

    Ketua Panitia Potim Bolimau, juga Asisten II Bidang Pengembangan Ekonomi (Ekbang) Setda Kabupaten Rohul, Muhammad Ruslan mengungkapkan, Potang Bolimau adalah tradisi masyarakat dan sebagai tempat persahabatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat talisilaturahmi, dan momen untuk bertobat sebelum memasuki bulan suci.

    "Selain menjadi simbol penyucian diri, kegiatan ini juga menjadi tempat tinggal bersama," kata Muhammad Ruslan.

    (Bupati Kab.Rohul H.Sukiman sedang menyampaikan kata sambutan pirang Halimah)

    Sementara itu, Bupati Rohul, Sukiman mengatakan, tradisi Potang Bolimau adalah tradisi mandi limau atau jingga di sore hari, menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Selain itu, kegiatan Potang Balimau ini mengandung makna pemurnian diri terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sehingga menyambut puasa dengan niat murni, bersih dan baik. Tradisi Potim Balimau juga digunakan sebagai pertemuan dan momentum untuk memaafkan, menyatukan para ulama dan pemerintah masyarakat.

    "Saya menyesal mengatakan bahwa dalam perjalanan tugas ada kesalahan, saya adalah manusia normal, banyak kelemahan dan kekurangan, tradisi ini adalah rutinitas kami setiap tahun, dan merupakan tradisi leluhur tertua di Rokan Hulu Negeri Seribu Suluk," kata Sukiman.