Jumat, 03-05-2019 - 15:45:16 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Ditetapkan Sebagai Calon Ketua DPRD, Sekda Meranti Ucapkan Selamat Kepada Jack Ardiansyah | | Wabup Meranti Lantik 4 Kades di Kec. Rangsang Pesisir dan Hadiri Pelantikan Pengurus LAM | | Fun Bike Ikut Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Rohil ke-20 | | Bupati Suyatno Membuka Langsung Perlombaan Mancing | | Abd Arifin Gugat Balai TNTN Praktisi Hukum Apul Sihombing, SH,MH Demi Hukum Penyidik Hentikan Penyid | | Sepakat Bersama Cegah dan Lawan Karhutla
 
Plt. Kades Banglas Barat Minta PKH Dan Rastra, Agar Didata Ulang
Jumat, 03-05-2019 - 15:45:16 WIB

TERKAIT:
 
  • Plt. Kades Banglas Barat Minta PKH Dan Rastra, Agar Didata Ulang
  •  

    MERANTI, DELIKRIAU - Proyeksi Program Keluraga Harapan (PKH) dan Beras PRa Sejahtera (RASTERA) adalah Visi dan Misi dalam Kampanye  Joko Widodo dan Yusuf Kala, dalam nawacita di Pemerintahan Indonesia Hebat Periode pertamanya dua proyeksi yang telah digulirkan oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Yusuf Kala tersebut, dinilai cukup ideal, betapa tidak sebab menurut beberapa sumber dari warga prasejahtera yang memperoleh kedua proyeksi kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Beras Prasejahtera (RASTERA) yang sebagaimana di tuntutkan oleh Rodiah dan Hasnah warga Penduduk Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, menurutnya program tersebut sangat membantu keluarganya yaitu mendukung kelanjutan dalam pendidikan anak dan memperoleh beras secara gratis. 

    Kedua proyeksi andalan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo tersebut masih menimbulkan pro dan kontra dan muncul kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat, persoalannya adalah dinilai ada kesenjangan, faktanya, Indra Zuandar, penduduk Gg. Sari Alam Desa Banglas Barat dan Suryanti seorang janda penduduk jalan Sedulur Desa yang sama, Indra Zuanda yang sehari-harinya adalah seorang yang mempunyai dua orang anak yang 1 orang umur 6 tahun duduk di bangku sekolah TK yang satu orang lagi berumur 4 tahun sementara isterinya sebagai ibu rumah tangga belum memiliki rumah, sedangkan Suryani masih pengangguran 2 orang anak masih sekolah Dasar (SD). Kedua Kepala Keluarga (KK) tersebut hingga kini tidak memperoleh proyeksi andalan Jokowi, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan proyeksi RASTERA (Program Beras Pra-Sejahtera). Hal tersebut menjadi perhatian, Darwin, Selaku Plt.Kepala Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, di ungkapkan kepada wartawan media delikriau.com di kantornya Pekan lalu.

    Menurut Darwin bukan hanya 2 KK saja yang tidak tersentuh olehnya proyeksi program Nawacita Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kala tersebut bahkan ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di desanya, yang tidak tersentuh oleh proyeksi, Program Keluarga Harapan (PKH) dan proyeksi program, Beras Sejahtera (RASTERA) padahal sejumlah kepala keluarga yang tidak memperoleh proyeksi tersebut kehidupannya berada di bawah garis kemiskinan (PRASEJAHTERA) yang ironisnya didesanya ada kepala keluarga yang penghidupan ekonominya mapan ia memperoleh PKH dan RASTERA.

    "Maka hal tersebut menjadi kesenjangan akan terkait dengan proyeksi program Keluraga Harapan (PKH) dan Proyeksi Beras Pra-Sejahtera  (RASTERA) di Desa Banglas Barat minta agar di tata ulang dan pihak Pemerintah Desa banglas Barat dalam waktu dekat akan mengadakan seleksi di lapangan terhadap Kepala Keluarga yang telah memperoleh proyeksi PKH dan RASTERA maupun kepada Kepala Keluarga yang tidak tersentuh oleh proyeksi PKH RASTERA tersebut," tegas Darwin.

    Pihaknya ingin memastikan kelayakan kehidupan sosial ekonomi yang menjadi sasaran proyeksi Program Keluarga Harapan (PKH) dan RASTERA, hal tersebut dilaksanakan demi untuk menghilangkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat Desa Banglas Barat. 

    Problem terkait PKH dan RASTERA juga di rasakan oleh Tri Sutrisno, Warga Jalan Simpati Desa Alahair menuturkan kepada Wartawan delukriau.com menyampaikan bahwa ia merasa heran, karena ia tidak memperoleh PKH maupun RASTER, padahal penghidupan tergolong Pra Sejahtera, pekerjaan Buruh dan mempunyai 2 orang anak yang masih sekolah SD.

    "Saya berharap kepada pihak terkait atau berwenang agar mendaftarkan sebagai peserta proyeksi PKH maupun RASTERA," ungkap Tri.

    Sementara, Firdaus sebagai pendamping proyeksi Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti ketika di konfirmasi di sela-sela kegiatan nya di Desa Banglas Barat, mengatakan terkait kereteria yang berhak atau layak yang memperoleh sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) adalah kepala keluarga yang prasejahtera yang pendataannya melalui RT sebab, menurut Firdaus, yang mengetahui Kepala Keluarga yang penghidupannya kaya atau miskin itu adalah RT, dan selanjutnya RT menyerahkan data KK ke petugas pendata di Desa.

    "Proyeksi PKH pada setiap persemester melaksanakan Musdes (Musyawarah Desa) pada kesempatan tersebutlah laporan data maupun grafik data lama, dari Desa melaporkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kabupaten," ungkap Firdaus.

    Lebih lanjut Firdaus mengatakan namun proyeksi yang telah di luncurkan oleh Jokowi tersebut menjadi problematic di tengah masyarakat, terkait pendataan terhadap Kepala Keluarga yang dinilai ada nuansa pilih kasih, yang kerap menjadi pertanyaan, calon peserta yang menjadi sasaran proyeksi tersebut, padahal mereka tidak menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK).

    "Namun harapan mereka hampa untuk menjadi proyeksi PKH tersebut apabila di tanyakan kepada ketua RT atau Pihak Desa, akan tetapi ketua RT dan Perangkat Desa menjawabnya hal tentang PKH dan RASTERA urusan Pemerintah pusat, yang artinya bahwa data sesuai fotocopy KK untuk memperoleh proyeksi PKH dan RASTERA adalah pemerintah pusat, sementara Pihak Pemerintah Pusat tidak mengetahui grafik penduduk di Desa," terangnya. (M. KHOSIR).



     
    Berita Lainnya :
  • Plt. Kades Banglas Barat Minta PKH Dan Rastra, Agar Didata Ulang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ditetapkan Sebagai Calon Ketua DPRD, Sekda Meranti Ucapkan Selamat Kepada Jack Ardiansyah
    02 Wabup Meranti Lantik 4 Kades di Kec. Rangsang Pesisir dan Hadiri Pelantikan Pengurus LAM
    03 Fun Bike Ikut Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Rohil ke-20
    04 Bupati Suyatno Membuka Langsung Perlombaan Mancing
    05 Abd Arifin Gugat Balai TNTN Praktisi Hukum Apul Sihombing, SH,MH Demi Hukum Penyidik Hentikan Penyid
    06 Sepakat Bersama Cegah dan Lawan Karhutla
    07 Wabup Meranti Di Kecamatan Rangsang Nonton Bola Hingga Jadi Saksi Nikah Rekan Media
    08 Polda Riau Turunkan Tim Ahli Dan Drone Khusus Menangani Karhutla Siak
    09 Bupati Pelalawan Hadiri Pembukaan FGD Strategi Dan Kebijakan Pengembangan Sistem Inovasi Sawit Sapi
    10 Bathin Hitam Sungai Medang, Ahmad Arifin Diduga Gugat BTNTN Dan Polres Pelalawan Melalui Kuasa Hukum
    11 Optimalisasi Kinerja Wabup Meranti Beri Arahan Pada Petugas Penyuluhan Perikanan
    12 Festival Batik Siak Tahun 2019 Ajang Promosikan Batik Siak
    13 BAZNAS Kab Siak Distribusikan Zakat Tahap III 2019 Sejumlah 4,7 M
    14 Tari Zapin Siak Ditetapkan Kemendikbud RI, sebagai Warisan Budaya Tak Benda
    15 13 Rumah Dilalap Sijago Merah, Diduga 2 Orang Ditemukan Tewas Terpanggang
    16 YLBHI-LBH Pekanbaru Gelar Acara Talk Show
    17 Wabup Meranti Beri Nasehat Pada Siswa Untuk Rajin Belajar Kejar Cita-Cita Setinggi Langit
    18 JH, Warga Bagansiapiapi Ditemukan Tewas
    19 28 Sekolah di Kabupaten Siak Ikut Serta Pameran Program PINTAR Tonoto Foundation
    20 Pemenang Siakpab Award untuk ICSB Indonesia City Awards Ketiga 2019
    21 Penyalahgunaan Narkoba Berakibat Fatal Bagi Orang Tua, Remaja dan Anak-anak
    22 Tengku Nazir Siap Ditabalkan Menjadi Sultan Siak Sri Indrapura Ke-XIII
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI