Minggu, 30-06-2019 - 17:05:32 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Berlangsung Semarak, Bupati Siak Alfedri Lepas Pawai Taaruf MTQ di Sungai Apit | | Bupati Siak Alfedri Resmikan Gedung Baru MA Pondok Pasantren Bahrul Ulum | | DPRD Meranti Turun Langsung ke Lapangan Melihat Progres Pembangunan Kepulauan Meranti | | Wabup Meranti Buka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2019 | | Yama Utama Terpilih Ketua Karang Taruna Desa Ngaso | | Ketua DPRD Siak, Koperasi BUTU Agar Trsnsparan Dalam Mengelola Kayu Akasia Diatas Lahan TORA
 
Diduga Oknum Polisi di Meranti Tampar Keponakan hingga Pingsan dan Akibatkan Tulang Hidung Patah
Minggu, 30-06-2019 - 17:05:32 WIB

TERKAIT:
 
  • Diduga Oknum Polisi di Meranti Tampar Keponakan hingga Pingsan dan Akibatkan Tulang Hidung Patah
  •  

    SELATPANJANG, DELIKRIAU - Diduga JH, Oknum Polisi berpangkat brigadir yang menampar seorang remaja perempuan hingga jatuh tersungkur di Selatpanjang, Sabtu (29/6/2019) diperiksa oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kepulauan Meranti.

    Anggota Polsek Rangsang Barat yang juga Bhabinkamtibmas Desa Bungur ini statusnya masih sebagai terduga pelaku penamparan terhadap Penti Novita Sari (17) warga Jalan Perumbi, Desa Banglas Barat. Penti ternyata adalah keponakan Bripka JH . 

    Alasan penamparan itu karena Bripka JH kesal karena Penti sempat melontarkan kata- kata kasar. 

    Meski aksi penamparan juga dilatarbelakangi masalah keluarga, namun Polres Kepulauan Meranti tetap memproses Bripka JH sesuai ketentuan yang berlaku.

    Penti yang kini terbaring lemah di ruang Asoka III RSUD Kepulauan Meranti mengalami patah tulang di bagian hidungnya. Saat ditemui awak media, Minggu (30/6/2019) Penti menceritakan kronologis kejadian yang sebenarnya.

    Awal kejadian, Penti meminta izin kepada ibunya untuk berpergian bersama temannya ke Desa Tebun. Namun hal itu, membuat Penti nekad dan tidak pulang ke rumah selama empat hari.

    Ibunya yang merasa resah lalu menyuruh JH yang merupakan paman korban untuk mencarinya. JH yang berusaha mencari informasi keberadaan Penti itu pun sempat cekcok via telpon genggamnya.

    "Dia menelpon saya agar pulang, namun saya bilang jangan urus saya, karena saya bisa pulang sendiri, lalu dia bilang akan mencari kemana pun saya pergi," kata Penti yang saat itu langsung menutup telpon.

    Beberapa hari kemudian, Penti pulang ke rumahnya di Jalan Perumbi. Sore itu siswa yang duduk di kelas XII SMAN 3  Selatpanjang ini sedang memotong ubi. Lalu JH yang tiba- tiba datang langsung memukul Penti hingga rebah ke tanah.

    Saat itu, istri JH yang mencoba untuk melerai, namun dia pun tidak luput dari pukulan keras suaminya. Akhirnya pukulan kedua pun mendarat di bagian wajah Penti hingga mengeluarkan darah.

    Penti yang berusaha berlari terus dikejar oleh JH yang sedang kalap.

    "Saya berlari untuk mencari pertolongan, namun terus dikejar. Akhirnya setelah sampai kerumah bibik,  dan saya tak ingat apa- apa lagi," ujar Penti.

    Saat ini Penti sedang mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Rencananya dia juga akan dirujuk ke RSUD M Sani, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

    Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH saat dikonfirmasi Minggu (30/6/2019) sore membernarkan bahwa laporan tentang aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan.

    La Ode mengatakan bahwa laporan tersebut diketahuinya pada pagi hari. Dirinya kemudian sudah memerintahkan anggota Provos untuk menahan terduga pelaku.

    "Tadi pagi yang bersangkutan (terduga pelaku) sudah ditahan di Polres, sekarang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Satreskrim," ujarnya.

    Dirinya juga mengatakan bahwa terduga pelaku penganiayaan selama proses penanganan akan ditahan.

    "Jadi kita proses dulu, dia tidak boleh kemana-mana," terang La Ode.

    La Ode mengatakan bahwa selain melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, pihaknya juga saat ini sedang menunggu hasil visum dari korban. Hal ini dikatakan La Ode agar bisa proses pemeriksaan bisa berlanjut dan dapat ditentukan hukuman yang akan diterapkan.

    "Yang pasti kalau itu penganiayaan jelas hukumannya, tapi kita juga tunggu hasil visum sehingga bisa kita tentukan langkah selanjutnya," ujar La Ode.

    Melalui peristiwa ini Kapolres mengatakan bahwa tidak akan mentolerir segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya.

    "Yang pasti kita tidak adakan mentolerir bentuk penganiyaan. Siapapun yang bersalah tetap akan kita proses," pungkas Kapolres.

    Saat ditanya pengobatan korban, Kapolres juga mengatakan bahwa akan ikut membantu.

    "Yang pasti ini sebenarnya permasalah keluarga. Jadi kita nanti akan tetap minta pertanggungjawaban dari yang bersangkutan. Dari kita juga nanti akan membantu," ujar Kapolres. (hrc)



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Oknum Polisi di Meranti Tampar Keponakan hingga Pingsan dan Akibatkan Tulang Hidung Patah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Berlangsung Semarak, Bupati Siak Alfedri Lepas Pawai Taaruf MTQ di Sungai Apit
    02 Bupati Siak Alfedri Resmikan Gedung Baru MA Pondok Pasantren Bahrul Ulum
    03 Wabup Meranti Buka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2019
    04 DPRD Meranti Turun Langsung ke Lapangan Melihat Progres Pembangunan Kepulauan Meranti
    05 Yama Utama Terpilih Ketua Karang Taruna Desa Ngaso
    06 Warga Bengkalis Kembali Menemukan Tas Biru Bergambar Panda Yang Isinya Ternyata Sabu-sabu
    07 Ketua DPRD Siak, Koperasi BUTU Agar Trsnsparan Dalam Mengelola Kayu Akasia Diatas Lahan TORA
    08 Kabupaten Siak Raih penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan
    09 Tahniah Alfedri Untuk Setiono, Penggiat Lingkungan asal Sungai Apit
    10 Kebakaran Lahan Di Dayun Semakin Meluas, Kabut Asap Semakin Tebal
    11 Polres Dumai Berhasil Amankan Seorang Pelaku Narkoba Berserta Barang Bukti 1 Kg Sabu- sabu
    12 Bupati Alfedri Apresiasi Kinerja Polri
    13 Aksi Damai FKPMR Batal, Kedatangan Bupati ke Rokan IV Koto Disambut Hangat Masyarakat
    14 Tanam 1000 Bibit Mangrove, Dukung Pemulihan DAS
    15 Komisi I DPRD Kab Siak Gelar Hearing Dengan DPMK Beserta Inspektorat Pemda Siak
    16 Satpol PP Dumai Gelar Razia KTP di Jalan Budi kemuliaan
    17 Pertemuan Dan sosialisasi Keimigrasian Di Kecamatan Kandis Siak
    18 Bupati Rohil Membuka Program TMMD ke 105 Kodim 0321/Rohil
    19 9 Perusahaan Pabrik Sawit Yang Ikut Hearing DPRD Siak, Diduga 2 Diantaranya Tidak Mengantongin Izin
    20 Hearing Komisi II, Ketua DPRD Siak Kecewa Dengan Perusahan Pabrik Kelapa Sawit Yang Tidak Hadir
    21 DPRD Siak Gelar Hearing Terkait Implementasi dan Realisasi Program CSR Perusahan Kelapa Sawit
    22 Pemkab Rohil Gelar Sosialisasi Informasi Publik
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI