Selasa, 16 Oktober 2018
Follow Us ON :
 
 
| Habib Salim Segaf Isi Pengajian Di Kab Siak | | Hadiri Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri, Bupati Siak Sampaikan Tahniah | | DPRD Kab Siak Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pengantar Nota Keuangan RAPBD-P Tahun Anggaran 2018 | | Wakil Bupati Siak Lauching Program KPK Binaan BAZNAS Kab Siak | | Wakil Bupati Siak Hadiri Pencanangan Penanaman Mangrove Indonesia | | Sekda Kab Siak, Drs H.T Said Hamzah Secara Resmi Buka Bimtek Penilaian dan Evaluasi Kinerja ASN
 
Kisah Ali Banat, Pemuda Miliuner yang Serahkan Hartanya untuk Amal
Jumat, 08-06-2018 - 13:05:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Kisah Ali Banat, Pemuda Miliuner yang Serahkan Hartanya untuk Amal
  •  

    CANBERRA, DELIKRIAU - Pembicara di satu pengajian di London pada awal Juni menyebut nama Ali Banat yang ia katakan harus menjadi sumber inspirasi sekaligus menjadi pengingat bagi Muslim.

    Ali Banat, nama yang ia sebut, adalah pengusaha sukses asal Sydney, Australia, yang menyumbangkan seluruh harta yang ia miliki untuk kaum miskin di Afrika. Langkah ini dilakukan Banat sebelum meninggal dunia pada 29 Mei 2018, tiga tahun setelah didiagnosis mengidap kanker stadium empat.

    Di masa hidupnya, sebelum total menggeluti kegiatan sosial, Banat dikenal sebagai pebisnis yang berhasil, yang memungkinkannya untuk menjalani gaya hidup yang mewah. Ia adalah kolektor mobil, jam tangan, sepatu, topi, dan kacamata mahal.

    Ia punya mobil sport seharga US$600.000 atau sekitar Rp8,3 miliar dan gelang US$60.000 (Rp833 juta).

    Keputusan drastis untuk menyerahkan kekayaan kepada kaum duafa ia ambil setelah dokter mengatakan ia terkena kanker dan hanya punya waktu tujuh bulan untuk bertahan hidup.

    Banat menyebut kanker yang menggerogoti seluruh badannya sebagai hadiah dari Allah.

    "Ini hadiah karena Allah memberi kesempatan bagi saya untuk berubah...," ia tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan jawaban ini melalui video yang diunggah ke YouTube.

    Banat menambahkan bahwa kanker yang ia derita membukakan matanya atas banyak hal di dunia ini.
    Pergi ke Afrika

    Ia menyadari besarnya karunia ia terima, seperti menghirup udara secara gratis, sesuatu yang tak terlintas di benaknya selama ini.

    "Begitu tahu saya terkena kanker, saya melepas koleksi mobil, jam tangan, bahkan pakaian. Saya bawa semua pakaian saya dan saya serahkan ke orang-orang yang memerlukan ketika saya bepergian ke luar negeri," kata Banat.

    "Saya ingin meninggalkan dunia tanpa satu pun harta benda," katanya.

    Ia mengatakan tak lagi punya keinginan untuk mengejar kenikmatan dunia. "Ketika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa Anda sakit dan hanya punya waktu beberapa bulan untuk bertahan, mengejar kesenangan dunia akan menjadi prioritas yang paling akhir," jelas Banat.

    Ia mengatakan harta dunia tak akan bermanfaat secara pribadi bagi seseorang yang divonis mati dalam beberapa bulan.

    "Bagi saya lebih utama membuat seorang anak di Afrika tersenyum bahagia daripada memiliki mobil mewah seharga miliaran," katanya.

    Setelah mengadakan perjalanan ke Afrika, Banat mendirikan yayasan sosial dengan tujuan mendirikan masjid, madrasah dan membantu para janda di benua tersebut.

    Keputusan mendirikan yayasan juga dipicu ketika ia mengantarkan kawan yang meninggal dunia karena kanker.

    Saat di pemakaman ia sadar bahwa setelah seseorang meninggal dunia, tak ada yang mendampingi di alam kubur. "Bahkan uang yang Anda punya, itu tidak akan Anda bawa," kata Banat.

    Ia mengatakan satu-satunya yang akan dibawa adalah amal kebaikan selama di dunia.
    Ingin segera bertemu Tuhan

    Dalam wawancara dengan kanal YouTube One Path, Banat menuturkan ia sudah ingin bertemu dengan Allah.

    Pengalaman spiritual ini berawal ketika ia meminum obat untuk meringankan sakit dan ternyata sedikit melebihi dosis. Ia mengaku berada di alam lain dan melihat pemandangan yang sangat indah.

    Dalam kondisi kritis tersebut ia dikelilingi seluruh anggota keluarga dan mereka mengatakan bahwa tiba-tiba saja ia mengeluarkan kalimat, "Allah, ambil aku sekarang."

    Banat bisa melewati masa kritis ini namun ia mengaku kecewa. "Saya bangun keesokan harinya dan menyadari ternyata Allah tak mengambil saya. Saya menjadi sedih."

    Lembaga sosial yang ia dirikan sekarang menggalang dana melalui internet dan hingga hari Kamis (07/06) telah terkumpul dana lebih dari US$1,6 juta atau sekitar Rp22 miliar.

    Dana yang dikumpulkan antara lain akan dipakai untuk membangun fasilitas pendidikan dan membantu warga miskin di sejumlah negara di Afrika, termasuk Togo, Burkina Faso, dan Ghana.(drc/int)





     
    Berita Lainnya :
  • Kisah Ali Banat, Pemuda Miliuner yang Serahkan Hartanya untuk Amal
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sekda Kab Siak, Drs H.T Said Hamzah Secara Resmi Buka Bimtek Penilaian dan Evaluasi Kinerja ASN
    02 Hadiri Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri, Bupati Siak Sampaikan Tahniah
    03 DPRD Kab Siak Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pengantar Nota Keuangan RAPBD-P Tahun Anggaran 2018
    04 Habib Salim Segaf Isi Pengajian Di Kab Siak
    05 Wakil Bupati Siak Lauching Program KPK Binaan BAZNAS Kab Siak
    06 Ribuan Masyarakat Siak Antusias Menyaksikan Penutupan Tdsi 2018
    07 Wakil Bupati Siak Hadiri Pencanangan Penanaman Mangrove Indonesia
    08 Wakil Bupati Siak, Alfedri Lepas 59 Pembalap Sepeda TDS
    09 Masril Secara Resmi Penyerahan SK RN PAS Kota Pekanbaru
    10 Sah, Badan Perfilman Indonesia Ikat Kerjasama Dengan Negeri istana
    11 Bupati Siak, Syamsuar “Bujuk” Insan Film Nasional Filmkan Negeri Istana
    12 Tour De Siak Berhasil Masuk Kalender UCI
    13 Ribuan Masyarakat Menyaksikan Pembukaan TdSi 2018
    14 TDS 2018 Diharapkan Mampu Ciptakan Multiplier Effect Peningkatan Ekonomi Masyarakat
    15 5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau teken MoA Pariwisata di Siak
    16 Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Hj Misnarni Secara Resmi Buka Stand Bazar TDS 2018
    17 Bupati Siak, Syamsuar Borong Hasil Karya Foto KPC
    18 Ribuan Masyarakat Kabupaten Siak Ikut Meriahkan Fun Bike Tour de Siak 2018
    19 Warga Kecamatan Dayun Resah Maraknya Warem Di Desa Banjar Seminai
    20 Mahasiswa Dituntut Memiliki Sertifikasi Kompetensi
    21 Bupati Siak, Syamsuar Memimpin Rapat Singkronisasi Penyelengara Pemkab
    22 Mantap!!! Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Tingkat Nasional
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI