Rabu, 15-08-2018 - 14:41:14 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Rencana Ratusan Buruh Mogok Kerja Menolak RUU Omnibus Law, Di Tunda Akibat Penyebaran Virus Covid-19 | | Hampir 30 Persen ODP Covid-19 Di Kabupaten Bengkalis Selesai Pemantauan | | Peduli Karhutla, DPRD Apresiasi PT. Sumatera Riang Lestari | | DPRD Bengkalis Gelar Koordinasi JDIH Bersama Kemenkumham Riau | | Komisi IV DPRD Bengkalis Minta Benahi Aset Aset Daerah Supaya Bermanfaat Bagi Masyarakat | | Komisi IV DPRD Bengkalis Terus Mengupayakan Pencegahan Penyakit Menular
 
Amir Hamzah : "Ini khan juga mencoreng nama baik Melayu Riau"
Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
Rabu, 15-08-2018 - 14:41:14 WIB
Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST), Amir Hamzah
TERKAIT:
 
  • Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
  •  

    KAMPAR, DELIKRIAU - Menyikapi permasalahan fitnahan terhadap desa sekijang kecamatan Tapung Hilir yang ditulis dibuku cetak pelajaran SMP kelas IX hingga saat ini belum menemukan titik terang tentang siapa yang harus bertanggung jawab, Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST) berencana pada Kamis (16/8/2018) pagi akan mendatangi LAM Riau.

    Fitnahan yang ditulis pada buku cetak mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR) tingkat SMP kelas IX tersebut menceritakan tentang desa sekijang kecamatan Tapung Hilir kabupaten Kampar sebagai desa yang dahulunya tempat pasangan pengantin kawin lari, dan kawin lari juga sudah menjadi adat istiadat desa itu.

    Hal ini membuat keluarga besar sungai Tapung marah, karna merasa Tapung dilecehkan, dan yang membuat masyarakat Tapung gusar didalam buku itu juga mengatakan adat istiadat kawin lari itupun disebutkan masih berlangsung hingga saat ini.

    Keluarga Besar Sungai Tapung (KBST), Amir Hamzah, Selasa (14/8/2018) siang saat dijumpai delikriau.com mengatakan ia akan mendatangi LAM Riau bersama beberapa masyarakat Tapung lainnya guna menanyakan sejauh apa LAM Riau dalam mengawasi penerbitan buku pelajaran Budaya Melayu Riau tersebut.

    "LAM khan Lembaga Adat Melayu di Proovinsi Riau, kok bisa adat istiadat sekijang yang juga bagian dari kami Tapung sebagai orang Melayu dikatakan seburuk ini?, Ini khan juga mencoreng nama baik Melayu Riau", jelasnya.

    Sementara Anggota Dewan komisi I Kampar dari partai Demokrat, Said Ahmad Kosasi mengatakan ia sangat kecewa dengan kejadian tersebut, saat dihubungi via telepon pada siang tadi Rabu (15/8/2016). Anggota Dewan asal Tapung ini juga meminta dinas pendidikan Provinsi Riau untuk menarik buku yang telah menaifkan sejarah Tapung.

    "Kami sangat menyayangkan adanya buku dengan muatan yang menaifkan atau membuat sejarah Tapung secara negatif, kita meminta dinas pendidikan Provinsi Riau untuk menarik buku itu dan mengklarifikasi sejarah Tapung sebagaimana  yang  diminta oleh tokoh tapung", sebutnya.

    Lebih lanjut Said Ahmad menambahkan apabila penerbit atau penulis buku tersebut mendapatkan cerita sejarah tersebut dari nara sumber yang tidak benar, maka akan ia akan menuntut nara sumber pembuat sejarah tersebut.

    "Apabila penulis dan penerbitnya mendapatkan cerita dari pembuat cerita sejarah itu hingga terjadi penyimpangan sejarah kearah yang tidak baik, maka kita akan menuntut pengarang sejarah itu", tambahnya.

    Sampai saat ini Keluarga Besar Sungai Tapung masih mencari pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan tersebut. (Raf).



     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Penulis dan Penerbit Buku Cetak BMR Tingkat SMP Fitnah Desa Sekijang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Camat Bantan Sufandi Adakan Pemantauan ODP Covid-19 Di Desa Bantan Sari
    02 Peduli Karhutla, DPRD Apresiasi PT. Sumatera Riang Lestari
    03 14 Penumpang Dari Negara Terjangkit Virus Covid-19 Malaysia Tiba Di BSL Bengkalis
    04 Putuskan Mata Rantai Covid-19, Pemdesa Liang Banir Gelar Penyemprotan Desinfektan
    05 Hampir 30 Persen ODP Covid-19 Di Kabupaten Bengkalis Selesai Pemantauan
    06 ODP Di Rohil Bertambah 1.795, 2 PDP Membaik, Positif Vovid-19 Nihil
    07 Nasip Belasan Ribu TKI Asal Malaysia Berada Ditangan Gubernur Riau
    08 Cegah Penyebaran Covid-19, SMA Negeri 1 Lubuk Dalam Lakukan Penyemprotan Disinfektan
    09 Terkait Penemuan Mayat di Kel Bagan Barat Kec Bangko, Korban Mempunyai Riwayat Penyakit Jantung
    10 Cegah Penyebaran Virus Corona, PAC PP Bukit Batu Lakukan Penyemprotan Desinfektan
    11 Warga Bagansiapiapi Di Gegerkan Penemuan Mayat
    12 Putuskan Mata Rantai Covid- 19, Kades Pangkalan Jambi Berikan13 Gallon Water Dispenser Dan 13 Detol
    13 Antisipasi Covid-19, Pemdes Pakning Asal Gelar Penyemprotan Desinfektan Tanggal 5 April 2020
    14 Cara Pemkab Inhu Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19 Mrnyemprotkan Disinfektan
    15 Sebanyak 41 Titik Ruas Jalan Protokol di kota Bagan Siapi-api Disemprotkan Cairan Disinfektan
    16 KSOP Kelas II Tanjung Buton Gelar Penyemprotan Desinfektan Di Roro Sungai Selari
    17 Ketua DPRD Bengkalis Hadiri Acara Video Conference Bersama Gubernur Riau
    18 Banggar Dan TAPD Bahas Penganggaran Untuk Penanganan Terhadap Pencegahan Covid-19
    19 Jawaban Bupati Bengkalis Terhadap Pandangan 7 Fraksi
    20 122 Orang dari 392 ODP Tergolong Tidak Mampu, Pemkab Siak Salurkan Bantuan 295 Paket Sembako
    21 Karantina Wilayah! Mulai Senin Orang Luar Dilarang Masuk Sumbar
    22 Zulfan Mahendra Kaget, Diduga Pengelolaan Limbah B3 Di Area PT BDP Tak Kantongi Izin
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI