Selasa, 03-07-2018 - 14:17:49 WIB
Follow Us ON :
 
 
| Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI | | Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah | | Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut | | Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019 | | Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019 | | Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
 
Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
Selasa, 03-07-2018 - 14:17:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Mahkamah Agung (MA) menolak perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. Atas hal itu, yayasan yang dibentuk Presiden Soeharto tersebut nyata-nyata menyelewengkan dana triliunan rupiah.

    Kasus bermula saat Yayasan Supersemar tidak terima atas putusan yang menghukumnya mengembalikan uang triliunan rupiah. Gugatan perlawanan eksekusi pun dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

    Yayasan menyangkal menyelewengkan dana yang didapat sepanjang 1978 hingga Soeharto lengser. Daftar dana yang didapat berasal dari Bank Indonesia sebesar Rp201 miliar, BNI 1946 sebesar Rp28 miliar, BDN sebesar Rp24 miliar, BPI sebesar Rp8,3 miliar, Bank Ekspor Impor sebesar Rp19,4 miliar, BRI sebesar Rp15,8 miliar, BBD sebesar Rp7 miliar, dan BTN sebesar Rp4,5 miliar.

    Sumbangan itu didapat berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 1976 yang diteken Presiden Soeharto alias Ketua Yayasan Supersemar. Yayasan Supersemar menyangkal pernah menerima sumbangan dalam bentuk dolar sebesar USD 420 juta.

    Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel memutuskan mengabulkan perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. PN Jaksel menganulir vonis MA tersebut.

    Pada 9 Desember 2016, putusan PN Jaksel dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Jaksa yang diberikan kuasa oleh negara/rakyat tidak terima dan mengajukan kasasi. MA mengabulkan kasasi jaksa dan tetap menyatakan Yayasan Supersemar harus mengembalikan uang yang diselewengkan.

    "Mengadili sendiri, menyatakan gugatan Penggugat (Yayasan Supersemar) tidak dapat diterima," putus majelis hakim sebagaimana dirilis dalam website MA seperti dilansir detikcom, Senin (2/7).

    Vonis itu diketok oleh I Gusti Agung Sumantha, dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati. Ketiganya menyatakan status Yayasan Supersemar telah ditentukan dalam putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. "Sehingga putusan perkara a quo nebis ini idem," ujar majelis dengan suara bulat pada 19 Oktober 2017.

    Hingga kini, Yayasan Supersemar baru membayar senilai Rp241,8 miliar dari total Rp4,4 triliun yang harus dibayar ke negara. Saat ini proses eksekusi sisa kewajiban Supersemar dalam tahan penilaian tim appraisal atau penaksir nilai aset.

    "Kita lagi coba untuk appraisal (tim penaksir nilai aset). Kita kan harus tunjuk siapa pada saat appraisal-nya. Nanti sudah dinilai masih (harus) dihitung lagi. Prosesnya masih panjang," kata Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha (Jamdatun), Loeke Larasati Agoestina, Jumat (20/4).

    Lalu, dikemanakan dana bank negara itu? Berdasarkan putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap, dana dibelokkan di luar tujuan pendidikan.

    Dana itu diselewengkan ke PT Bank Duta USD 125 juta; PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta; PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta; Sempati Air sebesar Rp13 miliar kurun 1989 hingga 1997; diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp150 miliar pada 13 November 1995; diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp12 miliar pada 1982 hingga 1993; dan diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp10 miliar pada 28 Desember 1993. (dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Perpani Siak Raih 1 emas 7 perak dan 4 perunggu di Wirabraja Open 2019
    02 Bupati Kepulauan Meranti, Menyampaikan Kritiknya Terhadap Gubernur Riau
    03 Tempat Terbaik Mengamati Gerhana Matahari Cincin (GMC) akhir 2019
    04 Kabag Humas Meranti Bantah Tudingan Gubernur Riau
    05 LAKTA Enggan Memberikan Komentar
    06 Siak Siap Kembangkan Lingkungan Berbasis Hidrologi Gambut
    07 Kades Ngaso Didampingi Direktur BumDes Ngaso Mandiri Serahkan Dana Sosial
    08 Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah
    09 Siak Jadi Percontohan Restorasi Gambut BRG RI
    10 Kabag Humas Sekda Meranti Ikuti Rakornas Kehumasan dan Hukum Tahun 2019
    11 Mendagri Sebut Pelantikan Gubernur Riau Kemungkinan Tanggal 20 February 2019
    12 Jaring Masukan Perubahan RPJMD, Pemkab Siak Taja Forum Konsultasi Publik
    13 Infrastruktur Kabupaten Siak Masih Lebih Baik di Riau
    14 Peringati HPN 2019, Adik Raja Dangdut Sambangi IWO Kota Bekasi
    15 Eny Suryati Isak Tangis Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Syamsuar
    16 Wakil Bupati Siak Optimis Tahun Ini Meraih Pringkat Nindya
    17 Festival Perang Air Meranti Raih Rekor MURI Kategori Peserta Terbanyak di Indonesia
    18 Musim Kemarau Lebih Awal, Minta Masyarakat Waspada Karhutla
    19 Wabup Meranti Lakukan Panen Raya di Desa Anak Setatah Kec. Rangsang Pesisir
    20 Bupati Kepulauan Meranti Buka Festival Perang Air 2019
    21 Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2
    22 Turnamen Volly Ball Kades Cup I Di Ikuti 36 Club
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI