Senin, 19 November 2018
Follow Us ON :
 
 
| Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak | | Aktivitas Galian C Tak Berizin di Kabupaten Siak Kian Marak | | BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut | | Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak | | Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia | | Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
 
Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
Selasa, 03-07-2018 - 14:17:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Mahkamah Agung (MA) menolak perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. Atas hal itu, yayasan yang dibentuk Presiden Soeharto tersebut nyata-nyata menyelewengkan dana triliunan rupiah.

    Kasus bermula saat Yayasan Supersemar tidak terima atas putusan yang menghukumnya mengembalikan uang triliunan rupiah. Gugatan perlawanan eksekusi pun dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

    Yayasan menyangkal menyelewengkan dana yang didapat sepanjang 1978 hingga Soeharto lengser. Daftar dana yang didapat berasal dari Bank Indonesia sebesar Rp201 miliar, BNI 1946 sebesar Rp28 miliar, BDN sebesar Rp24 miliar, BPI sebesar Rp8,3 miliar, Bank Ekspor Impor sebesar Rp19,4 miliar, BRI sebesar Rp15,8 miliar, BBD sebesar Rp7 miliar, dan BTN sebesar Rp4,5 miliar.

    Sumbangan itu didapat berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 1976 yang diteken Presiden Soeharto alias Ketua Yayasan Supersemar. Yayasan Supersemar menyangkal pernah menerima sumbangan dalam bentuk dolar sebesar USD 420 juta.

    Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel memutuskan mengabulkan perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. PN Jaksel menganulir vonis MA tersebut.

    Pada 9 Desember 2016, putusan PN Jaksel dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Jaksa yang diberikan kuasa oleh negara/rakyat tidak terima dan mengajukan kasasi. MA mengabulkan kasasi jaksa dan tetap menyatakan Yayasan Supersemar harus mengembalikan uang yang diselewengkan.

    "Mengadili sendiri, menyatakan gugatan Penggugat (Yayasan Supersemar) tidak dapat diterima," putus majelis hakim sebagaimana dirilis dalam website MA seperti dilansir detikcom, Senin (2/7).

    Vonis itu diketok oleh I Gusti Agung Sumantha, dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati. Ketiganya menyatakan status Yayasan Supersemar telah ditentukan dalam putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. "Sehingga putusan perkara a quo nebis ini idem," ujar majelis dengan suara bulat pada 19 Oktober 2017.

    Hingga kini, Yayasan Supersemar baru membayar senilai Rp241,8 miliar dari total Rp4,4 triliun yang harus dibayar ke negara. Saat ini proses eksekusi sisa kewajiban Supersemar dalam tahan penilaian tim appraisal atau penaksir nilai aset.

    "Kita lagi coba untuk appraisal (tim penaksir nilai aset). Kita kan harus tunjuk siapa pada saat appraisal-nya. Nanti sudah dinilai masih (harus) dihitung lagi. Prosesnya masih panjang," kata Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha (Jamdatun), Loeke Larasati Agoestina, Jumat (20/4).

    Lalu, dikemanakan dana bank negara itu? Berdasarkan putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap, dana dibelokkan di luar tujuan pendidikan.

    Dana itu diselewengkan ke PT Bank Duta USD 125 juta; PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta; PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta; Sempati Air sebesar Rp13 miliar kurun 1989 hingga 1997; diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp150 miliar pada 13 November 1995; diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp12 miliar pada 1982 hingga 1993; dan diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp10 miliar pada 28 Desember 1993. (dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 BRG RI Sebut Kabupaten Meranti Daerah Paling Cocok Untuk Penelitian Gambut
    02 Kapolda Riau Pimpin Safari Sinergitas Pemilu bersama Forkopimda Provinsi Riau Di Kabupaten Siak
    03 Pagar Roboh, Menimpa 6 Orang dan 2 Orang diantaranya Meninggal Dunia
    04 Diduga Hendak Curi Kabel Grounding PLN, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik
    05 Kapolres Akan Tindak Lanjuti Aktivitas Penambangan Tanah Timbun Tak Berizin di Siak
    06 Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan UKPBJ Tingkat Kematangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta
    07 Wakil Bupati Siak Hadiri Upacara HDK 2018 Di Kantor Gubernur Riau
    08 Syukuran Pemugaran Istana Peraduan Siak 2018 Yang Di Bantu PT.RAPP
    09 Bupati Siak, Syamsuar Pimpin Upacara HSP ke-90
    10 Syamsuar Nobar Film IQRA' 1 Bersama Ribuan Anak Yatim di Kabupaten Siak
    11 GP Ansor Rohil kunjungi Korban Banjir
    12 Lomba Foto Tour de Siak, Ini Juaranya
    13 Bupati Irwan Buka Secara Resmi Tes CPNS Kepulauan Meranti 2018
    14 Koalisi LSM–TPK Bersama Rekan Media Kabupaten Meranti Laporkan Ke Kejari
    15 Luar Biasa!!! Kabupaten Meranti Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut Turut
    16 Tingkatkan Kapasitas Sentra Gakkumdu, Bawaslu Gelar Pelatihan Penyidik Pemilu
    17 Wabup Rohil Terima Penghargaan Proklim Dari Kementrian KLH
    18 Usai Klarifikasi Firdaus, Bawaslu Riau Minta Pendapat Ahli Pidana
    19 Pemkab Meranti Buka Permohonan Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu
    20 Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Sunaryo akan berikan RSUD Meranti Alat Canggih CT SCAN
    21 Pernak Pernik Kaum Sarungan di HSN 2018
    22 Pemda, LAM dan MUI Sepakat, Permainan Ketangkasan di Meranti Terindikasi 'Judi'
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI