Selasa, 17 Juli 2018
Follow Us ON :
 
 
| Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan | | Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam | | Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak | | Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan | | Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan | | Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
 
Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
Selasa, 03-07-2018 - 14:17:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  

    JAKARTA, DELIKRIAU - Mahkamah Agung (MA) menolak perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. Atas hal itu, yayasan yang dibentuk Presiden Soeharto tersebut nyata-nyata menyelewengkan dana triliunan rupiah.

    Kasus bermula saat Yayasan Supersemar tidak terima atas putusan yang menghukumnya mengembalikan uang triliunan rupiah. Gugatan perlawanan eksekusi pun dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

    Yayasan menyangkal menyelewengkan dana yang didapat sepanjang 1978 hingga Soeharto lengser. Daftar dana yang didapat berasal dari Bank Indonesia sebesar Rp201 miliar, BNI 1946 sebesar Rp28 miliar, BDN sebesar Rp24 miliar, BPI sebesar Rp8,3 miliar, Bank Ekspor Impor sebesar Rp19,4 miliar, BRI sebesar Rp15,8 miliar, BBD sebesar Rp7 miliar, dan BTN sebesar Rp4,5 miliar.

    Sumbangan itu didapat berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 1976 yang diteken Presiden Soeharto alias Ketua Yayasan Supersemar. Yayasan Supersemar menyangkal pernah menerima sumbangan dalam bentuk dolar sebesar USD 420 juta.

    Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel memutuskan mengabulkan perlawanan eksekusi Yayasan Supersemar. PN Jaksel menganulir vonis MA tersebut.

    Pada 9 Desember 2016, putusan PN Jaksel dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Jaksa yang diberikan kuasa oleh negara/rakyat tidak terima dan mengajukan kasasi. MA mengabulkan kasasi jaksa dan tetap menyatakan Yayasan Supersemar harus mengembalikan uang yang diselewengkan.

    "Mengadili sendiri, menyatakan gugatan Penggugat (Yayasan Supersemar) tidak dapat diterima," putus majelis hakim sebagaimana dirilis dalam website MA seperti dilansir detikcom, Senin (2/7).

    Vonis itu diketok oleh I Gusti Agung Sumantha, dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati. Ketiganya menyatakan status Yayasan Supersemar telah ditentukan dalam putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. "Sehingga putusan perkara a quo nebis ini idem," ujar majelis dengan suara bulat pada 19 Oktober 2017.

    Hingga kini, Yayasan Supersemar baru membayar senilai Rp241,8 miliar dari total Rp4,4 triliun yang harus dibayar ke negara. Saat ini proses eksekusi sisa kewajiban Supersemar dalam tahan penilaian tim appraisal atau penaksir nilai aset.

    "Kita lagi coba untuk appraisal (tim penaksir nilai aset). Kita kan harus tunjuk siapa pada saat appraisal-nya. Nanti sudah dinilai masih (harus) dihitung lagi. Prosesnya masih panjang," kata Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha (Jamdatun), Loeke Larasati Agoestina, Jumat (20/4).

    Lalu, dikemanakan dana bank negara itu? Berdasarkan putusan MA yang telah berkekuatan hukum tetap, dana dibelokkan di luar tujuan pendidikan.

    Dana itu diselewengkan ke PT Bank Duta USD 125 juta; PT Bank Duta juga kembali diberi dana USD 19 juta; PT Bank Duta kembali mendapat kucuran dana USD 275 juta; Sempati Air sebesar Rp13 miliar kurun 1989 hingga 1997; diberikan kepada PT Kiani Lestari sebesar Rp150 miliar pada 13 November 1995; diberikan kepada PT Kalhold Utama, Essam Timber dan PT Tanjung Redep Hutan Tanaman Industri sebesar Rp12 miliar pada 1982 hingga 1993; dan diberikan kepada kelompok usaha Kosgoro sebesar Rp10 miliar pada 28 Desember 1993. (dr/int)




     
    Berita Lainnya :
  • Yayasan Supersemar Dinyatakan Selewengkan Triliunan Rupiah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gagal Jadi Gubernur Lagi, Golkar Pastikan Andi Rachman Maju ke Senayan
    02 Besok CJH Riau Mulai Bertolak ke Embarkasi Batam
    03 Usai Pilkada, 129 ASN Ajukan Pindah ke Pemprov Riau, Terbanyak dari Siak
    04 Karhutla Riau sudah Ludeskan 1.962 Hektar Lahan
    05 Nyoblos 2 Kali, Ketua KPPS Kampar Duduk di Kursi Pesakitan
    06 Dalam Sehari, Tiga Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla di Riau
    07 Tersandung Kasus Suap, Proyek PLTU Riau Diberhentikan Sementara
    08 Sri Mulyani Ungkap 3 Tren yang Pengaruhi Perekonomian Dunia
    09 Warga Ramai-ramai Urus Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Rohil
    10 Kementrian Pariwisata Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Kembangkan Objek Wisata Pantai Teluk Makmur
    11 Alamak! 50 Hotspot Kepung Sumatera Hari Ini, 29 Titik Terpantau di Riau
    12 Lautan Manusia Padati Tabligh Akbar Bersama Ustaz Abdul Somad di Bengkalis
    13 Senjata Rakitan Tak Bertuan Kembali Ditemukan di Pekanbaru
    14 Duh, Harga Cabai Rawit di Pekanbaru Terus Naik
    15 Siap-siap, Malam Ini Riau akan Diguyur Hujan
    16 Rupiah Masih di Zona Mengkhawatirkan, Berada di Level Rp14.400 per USD
    17 Dua Jalan Penghubung Rohil Dikerjakan Tahun Ini
    18 2019gantipresiden Disukai 60,5 Persen, Indonesia Butuh Pemimpin Baru
    19 Diaspora dan Atlet Berprestasi Akan Diprioritaskan di Penerimaan CPNS 2018
    20 Wah! Riau Dapat Jatah Rp34 Miliar untuk Kelistrikan
    21 BMKG Deteksi 76 Hotspot di Sumatera, 12 Titik Ada di Riau
    22 Imam Masjid di Pekanbaru Bakal Dapat Insentif Mulai Tahun Depan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI