Jum'at, 14 Juni 2024
Follow Us ON :
 
 
 
| Polsek Tualang Gotong Royong di Tempat Rumah Ibadah, Menyambut HUT Bhayangkara Ke-78 | | Bersama RSUD Kabupaten Siak Polres Siak Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis, Sambut Hari Bhayangkara Ke 78 | | AKP Basuki Yuniarto pimpin Apel Personil Pengamanan Olimpiade Olahraga dan Festival Lomba Seni Siswa | | Keluarkan Limbah Busuk, Sebabkan Posyandu Mengungsi dan Tak Hiraukan Keluhan Warga, Penampung Cangkang Sawit Diduga Tanpa Izin dan Amdal | | Serahkan Langsung SK 2.578 PPPK ke Daerah, Pj Gubri SF Hariyanto | | Landasan Kebijakan Pembangunan Kependudukan Terintegrasi, GDPK Jadikan Landasan
 
Pengamat Pendidkan : Salah Sasaran
Sejumlah Pemerintah Daerah Larang Sekolah Gelar Study Tour
Rabu, 15-05-2024 - 20:52:02 WIB
Dua Bus Betis Pelajar SMK Lingga Kencana, Kota Depok, yang selamat dari kecelakaan di Ciater, Subang, telah tiba di Kota Depok, Minggu (12/05/2024)
TERKAIT:
   
 

SUBANG, DELIK RIAU - Imbas kecelakaan maut yang melibatkan bus rombongan siswa SMK Linggar Kencana Depok dengan beberapa kendaraan lain di wilayah Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024), membuat sejumlah pemerintah daerah membatasi pelaksanaan study tour bagi siswa.

Pasalnya, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 11 orang meninggal dunia, di mana 9 korban meninggal di tempat kejadian, sementara dua lainnya meninggal saat di rumah sakit, Rabu (15/5/2024).

11 korban tersebut termasuk sembilan siswa, satu guru, dan satu pengendara sepeda motor. Untuk mencegah hal serupa terjadi, beberapa pemerintah daerah serta dinas pendidikan setempat memutuskan melarang atau membatasi perjalanan "study tour" ke luar kota.

Beberapa pemerintah daerah yang melarang dan membatasi perjalanan study tour siswa adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Kuningan, Pangandaran, Cirebon, Depok, Bogor, Cimahi, Tangerang Selatan, dan Jawa Tengah.

Lantas, bagaimana tanggapan pengamat pendidikan terhadap larangan study tour ini.

Tanggapan pengamat pendidikan

Saat dikonfirmasi, pengamat pendidikan sekaligus pendiri Jurusanku Ina Liem menyayangkan keputusan terkait larangan dan pembatasan study tour siswa sekolah yang diterapkan di beberapa daerah di Indonesia.

"Saya sangat menyayangkan solusi yang diungkapkan dinas pendidikan setiap kali peristiwa seperti ini terjadi," ujarnya saat dilansir dari Kompas.com, Rabu (15/5/2024).

"Sebab, ini bukan pertama kali. Tiap kali ada kecelakaan bus study tour, pemerintah daerah (pemda) selalu mengatakan solusinya adalah larangan study tour itu sendiri. Ini salah sasaran," tambahnya.

Alih-alih memberikan larangan dan pembatasan study tour, menurut Ina, pemerintah seharusnya menelusuri aliran dana, sehingga bisa dialokasikan dengan penggunaan fasilitas bus yang lebih baik.

Selain itu, perlu juga pemeriksaan keamaan dari transportasi yang hendak digunakan secara menyeluruh.

"Yang harus ditelusuri seharusnya aliran dananya. Ada korupsi kah di dalam penyelenggaraannya. Standar keamanan harusnya dicek," terang Ina.

Study tour bagus untuk pembelajaran siswa

Menurut dia, dinas pendidikan juga perlu turun tangan untuk mengaudit standar penggunaan transportasi untuk sekolah-sekolah yang hendak melaksanakan study tour.

Selain itu, perlu pula dicek terkait keterlibatan pihak-pihak tertentu yang mungkin terlibat dalam praktik korupsi.

"Jadi ini yang harus ditelusuri, supaya ketemu akar masalahnya di mana, baru kemudian bisa usul solusinya apa. Bukan buru-buru melarang study tour," ungkap Ina.

Lebih lanjut Ina menambahkan, di sekolah swasta yang memiliki standar keamanan sudah terjamin, study tour rutin diadakan dan selama ini baik-baik saja.

Adapun menurut dia, pengadaan study tour justru bagus untuk pembelajaran siswa-siswa dan seharusnya didukung, bukannya dilarang. (**)

Sumber: Kompas.com



 
Berita Lainnya :
  • Sejumlah Pemerintah Daerah Larang Sekolah Gelar Study Tour
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Polsek Tualang Gotong Royong di Tempat Rumah Ibadah, Menyambut HUT Bhayangkara Ke-78
    02 Bersama RSUD Kabupaten Siak Polres Siak Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis, Sambut Hari Bhayangkara Ke 78
    03 AKP Basuki Yuniarto pimpin Apel Personil Pengamanan Olimpiade Olahraga dan Festival Lomba Seni Siswa
    04 Keluarkan Limbah Busuk, Sebabkan Posyandu Mengungsi dan Tak Hiraukan Keluhan Warga, Penampung Cangkang Sawit Diduga Tanpa Izin dan Amdal
    05 Serahkan Langsung SK 2.578 PPPK ke Daerah, Pj Gubri SF Hariyanto
    06 Landasan Kebijakan Pembangunan Kependudukan Terintegrasi, GDPK Jadikan Landasan
    07 Direktur PJC Terus Berkomitmen Lahirkan Wartawan Profesional, Penyerahan Berkas Ke Kesbangpol
    08 Gelar Apel Pencanangan dan Deklarasi Pembangunan Wilayah Bebas Dari Korupsi, Dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti
    09 Kejuaraan Menembak Piala Dandim, Meningkatkan Keterampilan Dan Prestasi
    10 Penyerahan "SK" Dukungan Penuh DPP Partai PAN, Alfedri Bakal Calon Bupari Siak
    11 Hadiri Wisuda IQRA dan Khatam Al-Quran Santri MDTA dan TPQ KE-XV Se Kecamatan Tualang, Tahun Pelajaran 2023-2024
    12 Peningkatan Kapasitas Pengawas Pemilu Adhoc Bagi Panwaslu Kecamatan Se- Kabupaten Siak Untuk Pemilu Serentak Tahun 2024, Bawaslu Siak Taja
    13 Gelar Ormas Expo 2024, Tema "Kreatif, Mandiri, Mengayomi",
    14 Pengedar Shabu Ditangkap di Bandara SSK Pekanbaru
    15 Seorang Pria Terduga Kasus Penganiayaan Karyawan PT SRL, Berhasil Diungkap Polsek Rangsang
    16 Penandatanganan MoU Terkait Kerjasama Dibidang Pembangunan Dan Kebudayaan
    17 Bupati Dan Wabup Siak Terima Gelar, Bawa Kota Siak Berkemajuan
    18 Bupati Siak Raih Penghargaan Bupati Aspiratif, Malam Puncak HUT JMSI Award 2024
    19 Kunjungan Pj Bupati Batubara Ke Siak Kota Istana
    20 Tanah Adalah Mama, Suku Awyu: Tanah adalah Rekening Abadi Kami, Soal
    21 Berkedok Panti Pijet di 3 Lokasi, 7 Orang Diamankan Satpol Pp Siak
    22 Pengecer Shabu Disiak Ditangkap Polisi
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI