Senin, 22 Juli 2024
Follow Us ON :
 
 
 
| Tugas Perdana AKBP Fahrian Saleh Siregar Pimpin Sertijab, Kapolres, Waka, dan Dua Kasat di Polres Inhu Dimutasi | | Investasi Bodong, 2 Wanita Ditangkap Polres INHIL Karna Tipu 140 Investor Rp 6.3 Milliar | | Babinsa Kodim 0322/Siak, Sosialisasi dan Himbauan Terkait Kejadian Serangan Harimau di Dusun II Kampung Penyengat | | Himbau Agar Masyarakat Lubuk Dalam Selalu Kondusif, Bersama pokdar Kamtibmas resort Siak | | Sukses Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat, Polres Kepulauan Meranti Pimpin Patroli KRYD dan Presisi Antisipasi C3 | | Modus Berobat, 3 Perampok Sekap-Todong Pistol ke Bidan di Dumai Ditangkap
 
Budidaya Hortikultura Sistem 'MTOT', Kelompok Tani Inhu Memanfaatkan Jerami
Sabtu, 06-07-2024 - 14:48:30 WIB
Kelompok tani Berkah Mandiri di Desa Kuala Cenaku, Kecamatan Kuala Cenaku usai melakukan panen mentimun dengan menggunakan metode mulsa tanpa olah tanah (M-TOT).
TERKAIT:
   
 

INHU, DELIKRIAU.COM - Ida Cahyani (47), warga Desa Sialang Dua Dahan, yang sehari-hari bekerja petani jagung. Ibu tiga orang anak itu menanam tanaman hortikultura dengan metode mulsa tanpa olah tanah (M-TOT) yang memanfaatkan bahan alami seperti tumpukan jerami.


Ida mengaku sebelum menggunakan metode MTOT dirinya dalam mengolah lahan pertanian menggunakan pupuk kimia seperti NPK.

“Biayanya besar, karena saya punya lahan seperti dua hamparan atau sekitar seperempat hektare. Biasanya kebutuhan pupuk untuk sekali nanam lebih dari satu karung NPK. Kini setelah pakai MTOT biaya berkurang karena tidak perlu pupuk kimia lagi,” ujarnya, Kamis (04/072024).

Ida sendiri membuka lahan dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya dan beberapa lahan lainnya. “Saya bersyukur dapat mengenal dan mempraktekkan metode MTOT ini. Dingin hasil tanaman kita dibuatnya,” jelasnya.

Pantauan awak media, tanaman jagung milik Ida sangat sehat dan memiliki hasil panen yang melimpah setelah masa tanam selama 70 hari atau dua bulan.

Ida mengaku menggunakan MTOT sekitar dua tahun. “Alhamdulillah, panen jagung yang didapat mencapai setengah ton. Saya berharap ada pembinaan dan pelatihan lebih lanjut untuk petani,’’ ujarnya.

“Saya memanfaatkan sisa tanaman pelepah sawit, jerami dan pisang untuk sebagai mulsa. Alhamdulillah, saya tujuh kali melakukan penanaman menggunakan metode MTOT ini, hasilnya sangat menggembirakan. Kami bersyukur metode MTOT dapat memberdayakan kami sehingga mampu menambah pendapatan,” katanya.

Apa yang dilakukan Ida Cahyani dan Wahyudi merupakan bagian dari pogram Yayasan Farmer Initiatives For Ecological Livelihoods And Democracy (Field) Indonesia. Field Indonesia terus membantu para petani untuk mengembangkan usaha pengolahan lahan pertanian agar dapat berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi daerah menuju ketahanan pangan nasional.

“Khusus di Kabupaten Indragiri, pengembangan pertanian di Negeri Sejarah itu memang menjadi tantangan tersendiri mengingat kondisi lahan yang terbatas dan lebih banyak lahan rawa-rawa,” jelas Fasilitator Provinsi Riau untuk program udara bersih Indonesia (UBI) dari Field Indonesia Aryani Kodriyana.

Yana, begitu biasa ia disapa mengaku saat metode Metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (M-TOT) yang merupakan bagian dari program udara bersih indonesia (UBI) diperkenalkan pertama kali memang tidak mudah.

“Kita melakukan pembinaan kepada petani dan kelompok petani di empat desa di Kecamatan Kuala Cenaku yakni desa Pulau Jumat, Desa Kuala Cenaku, Desa Pulau Gelang, dan Desa Rawa Asri dan serta satu desa di Kecamatan Rengat Barat yakni Desa Sialang Dua Dahan,” imbuhnya.

Namun setelah dipraktekkan, lanjut Yana ternyata MTOT sangat efektif karena mengurangi biaya usaha tani dan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

( Sumber : Riaupos.co)



 
Berita Lainnya :
  • Budidaya Hortikultura Sistem 'MTOT', Kelompok Tani Inhu Memanfaatkan Jerami
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Tugas Perdana AKBP Fahrian Saleh Siregar Pimpin Sertijab, Kapolres, Waka, dan Dua Kasat di Polres Inhu Dimutasi
    02 Investasi Bodong, 2 Wanita Ditangkap Polres INHIL Karna Tipu 140 Investor Rp 6.3 Milliar
    03 Babinsa Kodim 0322/Siak, Sosialisasi dan Himbauan Terkait Kejadian Serangan Harimau di Dusun II Kampung Penyengat
    04 Himbau Agar Masyarakat Lubuk Dalam Selalu Kondusif, Bersama pokdar Kamtibmas resort Siak
    05 Sukses Menjaga Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat, Polres Kepulauan Meranti Pimpin Patroli KRYD dan Presisi Antisipasi C3
    06 Modus Berobat, 3 Perampok Sekap-Todong Pistol ke Bidan di Dumai Ditangkap
    07 Tim Gabungan Dari Manggala Agni Daops Sumatera VI-Siak, TNI, Polri, BPB, Bekerja Sama Dalam Memadamkan Api
    08 Tiga Laki Laki Warga Bengkalis Berurusan Dengan Hukum, Terduga Sindikat Narkoba
    09 Ini Pesan Husni Merza Dalam Acara Ngopi Rukun
    10 Hadiri Peringatan HARGANAS Ke-31 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Husni Merza Berpesan
    11 Harapan Rasidah dengan Program Kerja PKK
    12 Tawar Aset PT TBS Rp 2 T, Pihak Surya Dumai Beberapa Kali Temui Beyamin Tapi Ditolak
    13 Satu Orang Pengedar Sabu Dan Pil Ekstasi, Berhasil Dibekuk Polres Inhu
    14 Yasinan Bersama dan Tahlelan di Taman Cik Puan, Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulaun Meranti
    15 Polres Inhu Berhasil Ringkus Warga Rengat Barat
    16 Tewas Diterkam Harimau, Pekerja Perkebunan Sawit di Siak
    17 Kadis Perpustakaan Meranti Apresiasi Pustaka Digital, Kunjungi Pos Bhabinkamtibmas Desa Bokor
    18 Dua Orang Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika, Diamankan Polsek Sabak Auh
    19 Polisi Turun Tangan, Ulah Bocah Takuti Warga Pakai Kain Bentuk Pocong
    20 Hadiri Bimbingan Teknis, Apresiasi Hambali Dan Dukungan Pengendalian Data Kebun Melalui DBH
    21 Tinjau Progres Peningkatan Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Pj Bupati Inhil
    22 JMSI Dan PWI Kolaborasi Membangun Inhu
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © DELIK RIAU - SITUS BERITA INVESTIGASI